Surabaya (beritajatim.com) – Pengabdian masyarakat yang dilakukan PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) di Pacet, Mojokerto nampaknya berbuah manis. Mobilitas ekonomi masyarakat di sana cukup meningkat.
Sebulan sebelumnya, PENS telah menyerahkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang salah satunya untuk penerangan jalan umum (PJU) bagi para petani dan peternak di wilayah tersebut.
Ahmad Surya Ady Tama, Perangkat Dusun Paras, Desa Kembangbelor, Pacet mengungkapkan bahwa sebagian besar penduduknya merupakan seorang petani dan peternakan. “Penerangan di jalan desa ini sangat membantu. Karena jalan inilah yang menghubungkan area tempat tinggal warga dengan lahan pertanian dan peternakan,” kata Ahmad, Selasa (17/10/2023).
Sebelum ada penerangan, kata dia, warga yang pergi ke sawah dan kandang pada malam hari bisa dihitung jari. Kini, dengan adanya penerangan, makin banyak warga yang melakukan perawatan sawah dan ternaknya. “Petani-petani ini bahkan bisa beberapa kali lewat dalam semalam untuk kontrol hama tanaman dan pengairan. Yang ke kandang juga lumayan banyak untuk cek air dan pakan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan mobilitas petani dan peternak ini juga membawa dampak positif pada peningkatan kekompakan warga, terutama dari sisi pengamanan kampung. “Warga yang ke sawah dan kandang di malam hari pun saling bergantian, jadi rame jalannya, sehingga bisa mengantisipasi kejahatan, seperti pencurian ternak atau kejahatan lainnya,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Firman Ramadhan, Anak Pekerja Serabutan Lulusan Terbaik PENS
Ahmad pun menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada PENS yang telah memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, terutama di Dusun Paras.
Sementara itu, Koordinator Pengmas Prodi Elektro Industri PENS Luki Septya Mahendra mengatakan, penerangan jalan umum (PJU) ini merupakan hasil kolaborasi dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa.
Kata dia, PJU tersebut menggunakan 4 panel surya dengan kapasitas per panelnya 100 WP. Di waktu puncak, pukul 09.00 -14.00 WIB atau kurang lebih 5 jam estimasi energi yang dihasilkan mencapai 2000 Wh.
BACA JUGA:
6 Tim Mahasiswa PENS Pamerkan Karya di InnoWork 2023
Energi tersebut disimpan pada 2 unit baterai berkapasitas total 200 Ah. Ia menyebut, ada 10 titik lampu berdaya masing-masing 15 Watt yang akan menyala selama 12 jam mulai pukul 17.00 – 05.00 WIB tiap harinya. “Sehingga jalan utama yang dilalui oleh warga mendapat penerangan yang cukup,” terang Luki.
Untuk diketahui, selain menyerahkan PLTS, Prodi Elektro Industri juga memberikan edukasi pemanfaatan PLTS sebagai energi listrik untuk penerangan jalan tani kepada warga dan anak-anak SD. Edukasi ini dilaksanakan sejalan dengan Program Yuk Kenal Teknologi bekerjasama dengan Humas Ekstenal PENS. [ipl/suf]






