Pendidikan & Kesehatan

Berakhirnya Pandemi Covid-19 di Jatim, Ini Prediksi Dosen UK Petra

Surabaya (beritajatim.com) – Dua dosen Program International Business Engineering (IBE) UK Petra membuat riset prediksi kapan wabah ini berakhir.

“Kami berdua bekerja hampir setiap hari untuk mengumpulkan data, menulis script dan memodelkan data covid-19 dengan segala tantangan dan pernak-perniknya.”, ungkap Dra. Indriati Njoto Bisono, M.Sc., Ph.D., dan Ir. Drs.Ec., Hanijanto Soewandi., M.Eng, Ph.D., serempak saat dihubungi melalui ponselnya.

Dr. Indriati Njoto Bisono, merupakan Kepala Program IBE UK Petra sedangkan Dr. Hanijanto Soewandi adalah dosen luar biasa program IBE UK Petra yang saat ini menjabat sebagai Vice President di MicroStrategy Technology, perusahaan software di bidang Business Intelligence/Business Analytics, USA.

Harapan berakhirnya pandemi covid-19 selalu bergema di hati setiap insan, bak orang yang berjalan di lorong gelap. Oleh karena itu Indri dan Hani berusaha memprediksi kapan pandemi berakhir, sehingga hasil prediksi dapat memberikan sedikit cahaya di ujung lorong sehingga ada harapan untuk “menari” kembali.

“Data untuk prediksi worldwide dan data per provinsi di Indonesia di ambil dari sumber resmi Kementrian Kesehatan RI. Sedangkan model yang dipakai untuk memprediksi tidak hanya satu melainkan tiga model, dari ketiganya diambil yang terbaik,” urai Indri melalui whatsAppnya. Ketiga model yang digunakan awalnya dibangun untuk memprediksi pertumbuhan populasi (Logistic Model), tingkat penjualan dengan menambahkan faktor word of mouth (Bass Model) dan
perkembangan sel tumor (Gompertz).

Dra. Indriati Njoto Bisono, M.Sc., Ph.D., dan Ir. Drs.Ec., Hanijanto Soewandi., M.Eng, Ph.D

Dalam kasus covid-19 secara natural kita percaya jumlah orang yang terinfeksi akan mengikuti kurva S, meningkat perlahan- lahan kemudian meningkat cepat dan akhirnya mencapai nilai tertentu, tidak akan membesar tanpa batas.

Ketiga model tersebut mempunyai sifat seperti ini, sehingga bisa kita pakai untuk memodelkan pandemi covid-19. Tambahan pula, ketiga model ini lebih sederhana dibanding model SIR (Susceptible – Infectious – Recovered), namun tetap mempunyai kemampuan tinggi untuk memprediksi wabah covid-19 dan lebih mudah dilakukan.

Presentasi hasil penelitian ini ditayangkan dalam dashboard yang diberdayakan oleh MicroStrategy, dan dapat diakses worldwide di laman Data Science and Innovation Laboratory IBE (dsi.ibe.petra.ac.id/covid19).

Data dan prediksi terus menerus diperbaharui, ini yang dikenal dengan predictive monitoring.
Hasil prediksi sangat tergantung pada data yang masuk dan akan berubah-ubah mengikuti pola data. Akan tetapi sekali lagi hal ini bukan model pengambilan keputusan, melainkan model Time Series yang menggambarkan hasil dari keputusan-keputusan pemerintah dan organisasi di Indonesia (atau di dunia) dalam menangani pandemi Covid-19 ini.

“Jika tidak ada perubahan yang mencolok dan vaksin belum ditemukan, maka untuk Indonesia pandemi diprediksi akan berakhir sekitar akhir September 2020. Sedangkan untuk Jawa Timur,
berdasarkan data mulai 25 Maret sampai dengan 5 Juni 2020 pandemik diprediksi akan berakhir sekitar pertengahan Agustus 2020”, ujar Indri. (ted/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar