Surabaya (beritajatim.com) – Pendeta Rio Pattiselanno, anggota DPRD Surabaya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kembali terpilih untuk periode ketiganya di kursi legislatif Surabaya.
Uniknya, dalam tiga periode tersebut, Rio berhasil meraih kursi dari tiga partai yang berbeda. Kesuksesannya ini disebut tidak lepas dari jejak rekam baik dan dukungan solid yang diterimanya dari masyarakat.
“Semuanya karena Tuhan. Saya pertama kali terpilih pada periode 2009-2014 melalui Partai Damai Sejahtera (PDS) dari Dapil 3 Surabaya Timur. Namun, di tahun 2012, PDS tidak lolos verifikasi dan akhirnya saya pindah ke Partai Gerindra,” ujar Rio Pattiselanno ditemui di DPRD Surabaya, Rabu (9/10/2024).
Dalam perjalanan politiknya, Rio menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketika ia mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Ambon pada tahun 2019. Namun, fokusnya terpecah antara Pilwali Ambon dan Pemilihan Legislatif 2019.
“Saya sudah bersiap untuk maju di Pilwali Ambon, tapi kemudian ada perubahan undang-undang yang membuat Pilkada ditunda hingga 2024,” jelas Rio.
Meski pindah partai dan daerah pemilihan, Rio tetap mendapat dukungan dari masyarakat, terutama melalui jaringan gereja. “Meskipun saya berpindah dari Dapil 3 ke Dapil 4, teman-teman dari jaringan gereja tetap solid mendukung. Saya sering menyampaikan firman Tuhan di seluruh Dapil di Surabaya, jadi mereka sudah familiar dengan saya,” tambahnya.
Kunci kesuksesan Rio, menurutnya, adalah rekam jejak kerja yang baik selama menjabat. “Hasil kerja saya di 2009-2014 dilihat oleh masyarakat ketika saya maju lagi di 2014-2019. Itulah yang membuat mereka tetap mendukung saya. Mereka merasakan hasil kerja nyata saya, dan Tuhan yang menentukan segalanya,” pungkas dia. [asg/but]






