Pacitan (beritajatim.com) – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pacitan kini mendapat amanah baru. Selain menyalurkan bantuan sosial, mereka juga diminta aktif menjaring siswa untuk mengikuti program Sekolah Rakyat gelombang kedua.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menyebut hingga awal Agustus ini baru ada 27 anak yang mendaftar dari target maksimal 100 siswa. Untuk itu, seluruh pendamping PKH di desa-desa ditargetkan minimal menjaring satu calon peserta.
“Setiap pendamping PKH kami minta berkoordinasi dengan kepala dusun dan perangkat desa untuk mencari anak-anak putus sekolah dalam dua tahun terakhir, dengan usia maksimal 19 tahun,” ujar Khemal, Jumat (8/8/2025).
Ia menegaskan, jika strategi ini belum memenuhi target, pihaknya telah menyiapkan opsi lanjutan, meski belum dirinci lebih jauh.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera yang kesulitan mengakses pendidikan formal, dengan harapan mampu menekan angka putus sekolah secara signifikan.
Khemal memastikan, meski hingga akhir Agustus jumlah siswa belum mencapai target, program Sekolah Rakyat tetap akan berjalan dengan jumlah peserta yang ada. [tri/ian]






