Bondowoso (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan kerja bakti di Desa Cermee, Kecamatan Cermee, Senin (12/1/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan material sisa banjir dan memperbaiki saluran air yang terdampak luapan banjir. Tujuan dari kerja bakti ini adalah untuk mempercepat proses pemulihan kawasan yang terdampak bencana serta mencegah terjadinya genangan banjir lanjutan saat hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto, menjelaskan pentingnya kegiatan ini untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir susulan. “Kerja bakti ini bentuk penanganan cepat BPBD bersama instansi terkait. Kami memastikan aliran air kembali lancar dan wilayah sekitar aman dari risiko banjir lanjutan,” ujar Kristianto.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk personel BPBD Bondowoso, Koramil Cermee, Polsek Cermee, Dinas Sosial, Pemerintah Desa Cermee, serta masyarakat setempat.
Mereka bahu-membahu membersihkan sisa lumpur yang menumpuk akibat banjir serta memperbaiki saluran air sepanjang sekitar 30 meter. Proses ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak dan meminimalkan gangguan lebih lanjut.
Namun, banjir juga memberi dampak pada ekonomi masyarakat, salah satunya dirasakan oleh Andry Mustafa, seorang pedagang daging kambing di Pasar Cermee. Andry mengungkapkan bahwa pendapatannya menurun drastis akibat sepinya pembeli pascabanjir.
“Saya tadi pagi bersih-bersih material sisa banjir di sekitar lapak. Bersih-bersih lumpur yang ada di sana. Tapi memang karena kondisinya pasca banjir, jualan sepi. Dari buka sampai tutup nol pembeli,” ungkapnya dengan wajah lesu.
BPBD Bondowoso turut memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi dan segera melaporkan kondisi darurat ke Posko Pusdalops BPBD Kabupaten Bondowoso apabila diperlukan. [awi/suf]






