Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka atas wafatnya Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak kalangan, termasuk keluarga besar Pemuda Katolik di Jawa Timur.
Almarhum dikenang sebagai figur pemimpin yang rendah hati (humble), dekat dengan aktivis muda, serta memiliki komitmen kuat terhadap kaderisasi organisasi kepemudaan.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Timur, Christoporus Suryo, menyebut Adi Sutarwijono sebagai sosok pejabat publik yang tidak pernah menjaga jarak dengan kaum muda. Menurutnya, almarhum selalu hadir dan memberi ruang dialog bagi generasi muda Katolik.
“Selama kami berinteraksi dengan Pak Adi, banyak hal yang dilakukan bersama-sama. Beliau sangat concern terhadap perkembangan ormas-ormas kepemudaan, khususnya bagi aktivis muda,” ujar Suryo dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Suryo juga mengungkapkan, Adi Sutarwijono memiliki kedekatan yang kuat dengan kehidupan umat Katolik di Jawa Timur. Selain menjabat Ketua DPRD Surabaya, almarhum juga dipercaya sebagai Dewan Pembina Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Surabaya dan secara konsisten memberikan dukungan penuh bagi gerak organisasi.
“Beliau sering menerima kami untuk berdiskusi di rumah dinas. Beliau sangat humble. Meskipun sebagai pejabat, beliau selalu meluangkan waktu untuk pergerakan kaum muda,” tambahnya.
Komitmen Kuat pada Kaderisasi
Kepedulian Adi Sutarwijono terhadap kaderisasi Pemuda Katolik, menurut Suryo, bukan sekadar simbolik. Almarhum kerap mendorong agar organisasi kepemudaan Katolik terus memperluas jangkauan dan memperbanyak kader sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan kepemimpinan masa depan.
Salah satu pesan almarhum yang masih membekas di ingatan Suryo adalah komitmennya untuk selalu hadir dalam kegiatan Pemuda Katolik.
“Pesan yang dulu beliau sampaikan kepada saya: ‘Selama saya masih sehat, saya diundang Pemuda Katolik, di manapun saya akan hadir’,” kenang Suryo.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan kehadiran Adi Sutarwijono dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk kesediaannya menjadi narasumber dalam Kursus Kepemimpinan (KKM) yang digelar Pemuda Katolik.
Riwayat Hidup dan Karier
Untuk diketahui, Dominikus Adi Sutarwijono, yang akrab disapa Mas Awi, meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 20.36 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif.
Adi Sutarwijono lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968. Sebelum terjun ke dunia politik, ia mengawali karier sebagai jurnalis. Latar belakang tersebut membentuk karakternya sebagai sosok yang gemar mengamati realitas sosial, mendengar dengan saksama, dan mengedepankan dialog sebelum mengambil sikap.
Karier politiknya ditempuh dari bawah hingga dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Ia kemudian mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya selama dua periode, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.
Sebelumnya, Adi Sutarwijono juga menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya selama dua periode, yakni sisa masa jabatan 2009–2014 mulai tahun 2012 dan periode 2014–2019.
Di mata banyak kalangan, almarhum dikenal bukan sebagai politisi yang reaktif, melainkan pemimpin yang mengedepankan dialog, musyawarah, serta keberpihakan pada penguatan peran kaum muda dalam kehidupan demokrasi. (ted)






