Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengalokasikan anggaran sekitar Rp130 miliar dari APBN dan APBD untuk program rehabilitasi dan revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB). Program ini menyasar peningkatan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus di Jatim.
Melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, hasil rehabilitasi dan revitalisasi tujuh SLB di wilayah Surabaya Raya diresmikan pada Senin (5/1/2026). Sekolah yang masuk program tersebut tersebar di Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.
Tujuh SLB itu meliputi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, SLB Muhammadiyah Gresik, SLB Dharma Mulia Gresik, SLB Harapan Mulya Gresik, SLB Negeri Gedangan Sidoarjo, serta SLB Putra Daerah Pucuk Mojokerto.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, pendanaan program ini berasal dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Anggaran itu dipakai untuk rehabilitasi ruang belajar, pembangunan fasilitas pendukung, serta penguatan layanan pendidikan inklusif.
“Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp130 miliar dari APBN dan APBD. Fokusnya pada ruang belajar dan sarana pendukung agar layanan pendidikan di SLB lebih layak,” ujar Aries.
Ia menyebut, realisasi program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan khusus. Menurutnya, perbaikan infrastruktur menjadi prasyarat agar proses pembelajaran berjalan optimal.
Sebelumnya, Pemprov Jatim juga meresmikan hasil revitalisasi tiga SLB di Kota Malang pada Jumat (2/1/2026). Bantuan yang diberikan mencakup pembangunan ruang kegiatan belajar, toilet, ruang administrasi, selasar, serta rehabilitasi ruang kelas dan ruang pembelajaran khusus.
“Bantuan revitalisasi pada prinsipnya hampir sama, yakni memastikan ruang belajar lebih nyaman dan ramah bagi anak-anak,” kata Aries.
Dindik Jatim menegaskan program rehabilitasi dan revitalisasi SLB akan terus dilanjutkan pada periode 2025 hingga 2026. Selain infrastruktur, penguatan kompetensi peserta didik melalui pendidikan vokasi juga menjadi perhatian.
“Di SLB tersedia jurusan keterampilan seperti tata boga, tata busana, dan kecantikan. Ini bagian dari penguatan kompetensi peserta didik,” ujarnya.
Ia juga menyebut peningkatan kapasitas guru SLB akan terus dilakukan sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, terutama dalam penguatan kemampuan pedagogik dan keterampilan pendukung pembelajaran.
Sebagai catatan, berdasarkan laporan Kemendikdasmen 2025, pemerintah telah merevitalisasi 16.171 satuan pendidikan di Indonesia dengan total anggaran Rp16,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 382 SLB menerima alokasi anggaran sekitar Rp526 miliar. [ipl/but]






