Surabaya (beritajatim.com) – Pemkot Surabaya sedang mengkaji penambahan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru pada tahun 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan pemerataan akses pendidikan negeri di seluruh wilayah Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kajian ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP tahun ini.
“Kami minta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk menghitung jumlah murid. Apabila berdasarkan jumlah anak memang membutuhkan tambahan sekolah, maka pembangunan bisa dilakukan di 2025,” ujar Eri, Kamis (4/7/2024).
Eri juga menyoroti beberapa kawasan yang memiliki jumlah siswa cukup besar karena terbatasnya jumlah sekolah, seperti di Surabaya Utara.
“Di sana (SMP) negeri/swasta sebenarnya ada. Namun, jumlah (lulusan SD) banyak. Sehingga nggak cukup. Makanya, kami akan diskusikan apakah kita akan menambah kelas atau sekolah baru,” lanjutnya.
Pembangunan sekolah baru ini akan mempertimbangkan jumlah penduduk dan jumlah anak di setiap kelurahan dalam satu kecamatan. “Kenapa saya minta kartu keluarga (KK) harus berdomisili di Surabaya? Karena di antaranya untuk akurasi pemetaan ini,” tegas dia.
Dengan pemetaan yang akurat, Pemkot Surabaya berharap dapat memperbaiki sistem perencanaan pembangunan sekolah sebelumnya yang kurang memperhatikan jumlah penduduk dan lokasi sekolah.
“Bahkan, ada yang dua sekolah berbeda kelurahan/kecamatan tapi. Kalau zonasi, pasti menang (yang) tinggal di sekitarnya,” ujar Eri.
Ke depannya, Pemkot Surabaya akan mengajak MKKS untuk membahas secara detail apakah perlu menambah sekolah atau hanya menambah rombongan belajar (rombel). [asg/suf]






