Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melakukan perbaikan grill mainhole di Jalan Nginden Semolo dekat Terminal Bratang.
Hal ini untuk mengembalikan kondisi grill mainhole yang ambles dan meminimalisir terjadinya kecelakaan bagi para pengguna jalan yang melintas.
Adapun Kegiatan perbaikan tersebut sudah dimulai sejak Rabu (8/3/2023) pagi.
Kepala Bidang Jembatan dan Jalan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Suranaya Adi Gunita mengatakan perbaikan grill mainhole dilakukan karena ambles dan jebol.
“Krnainholenya ambles jebol yang membahayakan pengguna jalan nantinya kalau ga segera ditangani,” kata Adi.
Lebih lanjut, Adi mengatakan penyebab amblesnya grill mainhole akibat tonase berlebih. Sehingga urgent segera dilakukan perbaikan.
“Mungkin beban tonase kendaraan yang melintas,” kata Adi.
Sebelumnya, Adi mengatakan, dalam sehari, pihaknya bisa mengguyur 100 – 120 ton aspal untuk jalan berlubang di Kota Surabaya.

“Karena musim hujan, maka intensitas penambalan pengaspalan kita lebih tinggi. Normal sehari biasanya cuma 60 ton saat kemarau. Saat ini, kita sampai 120 ton atau dua kali lipat untuk melakukan aspal penambalan jalan ini,” kata Adi Gunita.
Terlepas dari tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Pahlawan, Adi Gunita mengaku bahwa pihaknya memiliki skala prioritas berdasarkan daftar penanganan jalan berlubang yang telah dihimpun oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) pemantau lubang di berbagai ruas jalan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”surabaya”]
“Kami memiliki tim survei yang terus berkeliling setiap harinya, mereka tersebar di lima rayon (wilayah) untuk memantau ruas jalan. Jadi mereka mencari titik mana saja yang berlubang, kita jadikan satu dengan data jalan berlubang yang dikeluhkan pengguna jalan. Lalu kita petakan mana yang mendesak untuk segera kita tangani,” ujarnya.
Adi Gunita menerangkan, setiap tim satgas yang berada di lima wilayah tersebut terdiri dari empat orang. Karenanya, selain menghimpun data keadaan jalan rusak dari tim satgas, DSDABM juga menerima informasi jalan rusak berdasarkan laporan pengguna jalan.
“Ada laporan lapangan, ada juga laporan dari sosial media (sosmed). Laporan pengguna jalan yang kami terima bisa melalui akun sosmed Sapa Warga atau tim sosmed kami, Call Center 112, termasuk surat laporan yang dikirimkan ke kantor DSDABM,” katanya. [asg/but]






