Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Perekonomian Pemkot Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, yang menghimbau masyarakat agar tidak panik membeli (panic buying) karena stok pangan di Surabaya aman.
“Kami ingin masyarakat tenang, tidak perlu panic buying. Ketersediaan bahan pangan di Surabaya aman dan tercukupi,” ujar Agung.
Sebagai langkah nyata, Pemkot Surabaya menggelar dua program untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga murah:
1. Pasar Murah:
Dilaksanakan dua kali seminggu (Selasa dan Kamis) di 31 kecamatan Surabaya.
Menjual berbagai komoditas bahan pangan seperti beras, bawang merah dan putih, minyak goreng, cabai, telur, dan daging.
Berlokasi di halaman kantor kecamatan, kelurahan, Balai RW, dan tempat strategis lainnya.
2. Gerakan Pangan Murah (GPM):
Dilaksanakan 1-3 kali sebulan di wilayah Surabaya secara bergiliran (timur, barat, utara, dan selatan).
Menjual bahan pangan dalam jumlah lebih besar dibandingkan Pasar Murah.
Menyediakan 8-10 ton beras (SPHP dan premium), minyak goreng, gula, bawang merah bawang putih, dan telur.
Memberikan kesempatan bagi kelompok tani dan program padat karya untuk menjual produk mereka.
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Dwi Suryaning Endah Yanie, menambahkan bahwa GPM mendapat respon positif dari masyarakat. Contohnya pada GPM di Rusun Penjaringansari tanggal 1 Februari 2024, seluruh bahan pangan terjual habis sebelum siang hari.
Pemkot Surabaya terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Program Pasar Murah dan GPM diharapkan dapat membantu warga Surabaya mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. (ted)






