Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS). Setelah satu asrama RIAS yang terletak di Jalan Wonorejo Timur, Rungkut penuh terisi, Pemkot berencana menambah tiga unit asrama baru pada 2026.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pembangunan tiga asrama baru itu akan diprioritaskan untuk dua asrama perempuan dan satu asrama laki-laki. “Insya Allah mulai tahun depan (2026), dua khusus untuk perempuan dan satu untuk laki,” ujar Eri pada Rabu (16/7/2025).
Menurut Eri, saat ini satu-satunya asrama RIAS di Wonorejo sudah tidak mampu menampung lebih banyak siswa. Padahal, jumlah anak dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan dukungan pendidikan di Surabaya masih cukup banyak. “Kami akan support bantuan untuk pendidikannya, jangan sampai mereka tidak sekolah. Jadi saya tetap melibatkan orang tua. Tapi (untuk RIAS ini dikhususkan) kalau benar-benar orang tua angkat tangan dan enggak mampu,” jelasnya.
Eri menuturkan, tiga asrama RIAS yang baru nantinya juga akan dibangun di wilayah Rungkut, Surabaya, dan diperuntukkan bagi anak-anak jenjang SD hingga SMP. “Yang posisi di Wonorejo, Rungkut ini adalah untuk anak-anak yang SD dan SMP,” tambahnya.
Program RIAS tidak hanya menawarkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat dan minat para siswa. Anak-anak di asrama RIAS bisa mengikuti latihan tinju, komputer, balap sepeda, pencak silat, melukis, futsal, voli, hingga nge-band. Mereka juga dibekali dengan wawasan kebangsaan melalui latihan baris-berbaris bersama Gartap dan kegiatan keagamaan seperti mengaji.
“Kami ingin anak-anak yang besok lulusan dari RIAS ini selain memiliki kemampuan, selain memiliki keyakinan, maka anak-anak ini memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, juga memiliki akhlakul karimah,” pungkas Eri. [ram/beq]






