Kediri (beritajatim.com) – Serapan terhadap produk perikanan, khususnya ikan konsumsi di Kota Kediri menurun akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini juga berlaku di seluruh provinsi Jawa Timur.
Asri Andaryati, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri membenadkan kondisi tersebut.
“Mungkin orang-orang lebih mengutamakan untuk membeli sembako. Ikan konsumsi bukan prioritas,” kata Asri.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]Sejumlah 8 UMKM produk olahan ikan Kota Kediri menggelar produknya. Ragam olahan ikan ini dikemas apik sehingga awet dan bisa dijadikan oleh-oleh. Ada pula yang menjual produk olahan basah, namun kebanyakan olahan kering. Mulai dari abon ikan lele, stik sidat, kripik ikan, dan lain-lain.

Selain itu, Nur Aida, salah satu pemilik usaha Ida Food yang memproduksi aneka abon dari ikan. Aida menyukai memasak. Membuat abon awalnya hanya hobi. Kemudian ia mengomersialkan hasil masakan selama 2 tahun terakhir.
Aida aktif mengikuti aneka pameran bahkan produknya lolos kurasi ekspor yang diselenggarakan Kadin Pemkot Kediri. Ia berharap, pameran ini bisa meningkatkan penjualannya. [nm/but]







