Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui DP3AP2KB menargetkan penambahan sepuluh Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat SD pada tahun 2026 guna memperkuat edukasi kependudukan sejak dini di lingkungan sekolah.
Target tersebut disampaikan Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, dr Moh Fajri Mubasysyir, usai membuka kegiatan Advokasi Sosialisasi dan Fasilitasi Sekolah SSK Tingkat SD Tahun 2026 di Aula Rumah Sakit Kilisuci.
Fajri menjelaskan, saat ini capaian program SSK di Kota Kediri masih tergolong rendah, khususnya di jenjang sekolah dasar. “Di SD kita masih kosong, dan capaian SSK kita baru 10% dibandingkan jumlah sekolah yang ada di Kota Kediri. Target di tahun 2026 sepuluh SD mendapat klasifikasi paripurna SSK,” ujarnya.
Ia memaparkan, pada tahun 2025 Kota Kediri telah memiliki sepuluh SSK tingkat SLTP, dengan sembilan sekolah berklasifikasi paripurna yakni SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 9, serta satu sekolah dengan klasifikasi dasar yaitu MTsN 1 Kediri. Sementara di tingkat SMA terdapat tujuh belas SSK, namun baru tiga sekolah yang meraih klasifikasi paripurna.
Untuk mempercepat capaian target, DP3AP2KB Kota Kediri melakukan berbagai langkah, mulai dari fasilitasi, pendampingan, hingga membangun sinergi dengan sekolah yang telah meraih klasifikasi paripurna agar dapat menjadi percontohan bagi sekolah lain.
Fajri menegaskan, program SSK tidak menambah mata pelajaran baru, melainkan mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam kurikulum yang sudah ada. “Program SSK diselenggarakan dengan berbasis kurikulum nasional. Bukan mata pelajaran baru melainkan dengan mengintegrasikan informasi kependudukan ke mata pelajaran, sehingga istilah-istilah kependudukan tidak asing lagi bagi siswa,” jelasnya.
Ia berharap seluruh sekolah di Kota Kediri dapat segera mengadopsi program tersebut guna mendukung pembangunan keluarga dan kependudukan yang berkelanjutan. “Semoga semua sekolah di Kota Kediri bisa segera menyusul menjadi SSK dan dapat melaksanakan program untuk pembangunan keluarga kependudukan, sehingga kita bisa menyiapkan generasi yang berkualitas di Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Tim SSK SMPN 4 Kediri, Atik Juedanarmi, bersama Sekretaris Tim SSK Fitri Wulandari, mengungkapkan bahwa keberhasilan meraih Juara 1 SSK tingkat kota merupakan hasil kolaborasi seluruh warga sekolah.
“Kami memberdayakan siswa supaya mereka mengalami sendiri SSK, sehingga bukan sekadar teori tapi siswa berkreasi guru yang mengarahkan,” ucapnya.
Ia mengakui, dalam proses mencapai klasifikasi paripurna, pihaknya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari manajemen waktu, koordinasi, hingga penjadwalan kegiatan yang kerap berbenturan.
Saat ini SMPN 4 Kediri telah mengintegrasikan berbagai program pendukung SSK seperti sekolah adiwiyata, UKS, sekolah peduli inflasi, hingga sekolah moderasi beragama sebagai bagian dari penguatan karakter dan wawasan siswa.
“Atas capaian ini, kami berharap generasi kita menjadi generasi yang berencana, sehingga mendapatkan generasi EMAS yang tidak hanya jumlah tapi bagaimana generasi muda memiliki masa depan yang baik,” tutupnya. [nm/beq]






