Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bersama Pertamina melakukan pemantauan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) untuk memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram tetap aman selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Inspeksi mendadak (sidak) tersebut dipimpin Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Moh. Ridwan pada Kamis (12/3/2026) di beberapa SPBE yang berada di wilayah Kota Kediri, di antaranya PT SAL SPBE Kediri dan PT LIG SPBE Kediri.
Ridwan menjelaskan bahwa sidak dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar sekaligus mencegah potensi kelangkaan di masyarakat.
“Dari hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan LPG dalam kondisi cukup dan pasokan berjalan rutin tanpa kendala. Tidak ada keterlambatan distribusi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pertamina, guna menjaga stabilitas pasokan energi di Kota Kediri.
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga memantau harga LPG 3 kilogram yang hingga saat ini masih stabil dan belum mengalami kenaikan.
Ridwan menilai permintaan masyarakat terhadap LPG selama Ramadan masih berada dalam batas wajar tanpa lonjakan signifikan.
Meski demikian, pengawasan tetap akan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi maupun praktik penimbunan.
“Jika ditemukan adanya lonjakan permintaan atau indikasi gangguan distribusi, kita siap berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan pengecekan di lapangan guna mencegah praktik pelanggaran seperti penimbunan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk penambahan kuota LPG untuk mengantisipasi meningkatnya konsumsi masyarakat. “Tidak perlu khawatir. Stok tersedia dan distribusi lancar. Kami berharap masyarakat membeli secara bijak sesuai kebutuhan,” pesan Ridwan.
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Kediri Anwar Hidayat menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan LPG selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Menurutnya, stok LPG di setiap SPBE terus dipantau secara berkala. Sebagai contoh di SPBE PT SAL saat ini tersedia sekitar 40 ton LPG di tangki timbun, ditambah pasokan sekitar 15 ton sehingga total stok mencapai 55 ton. “Stok ini terus dijaga secara kontinyu di setiap SPBE untuk memastikan distribusi tetap lancar,” jelas Anwar.
Ia mengungkapkan bahwa konsumsi LPG masyarakat biasanya mengalami peningkatan selama Ramadan, termasuk di wilayah Kota Kediri dan sekitarnya yang diperkirakan naik sekitar 7 hingga 10 persen.
Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, Pertamina telah mengusulkan penambahan kuota fakultatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan potensi kelangkaan dapat dihindari.
Anwar juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. “Kami mengimbau masyarakat membeli LPG secukupnya dan tidak menimbun di rumah,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga disarankan membeli LPG di pangkalan resmi Pertamina agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp18.000 per tabung. [nm/kun]






