Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendukung program ketahanan pangan di Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya dengan memberikan bantuan bibit pokcoy, selada, dan tomat. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi warga binaan untuk belajar mandiri sekaligus memperkaya keterampilan hidup.
Kunjungan sekaligus penyerahan bantuan dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, bersama jajaran perangkat daerah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB). Rombongan disambut hangat oleh Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Yuyun Nurliana.
Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. “Urban farming yang dilakukan di lingkungan rutan akan menjadi sarana pembelajaran sekaligus bermanfaat dalam mencukupi kebutuhan gizi warga binaan. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan nilai tambah baik secara kesehatan maupun keterampilan,” ujarnya saat kunjungan, Jumat (19/9/2025).
Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga mendorong pengembangan keterampilan warga binaan. “Program pelatihan seperti menjahit, kerajinan tangan, dan tata boga akan diarahkan untuk membekali mereka dengan kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” tambah Fenny.
Tidak hanya di sektor pangan dan keterampilan, Pemkab Sidoarjo juga memperhatikan aspek kesehatan warga binaan melalui dukungan keberlangsungan klinik rutan. Dukungan tersebut meliputi peningkatan layanan kesehatan dasar, penyediaan obat-obatan, serta pendampingan tenaga medis dari Dinas Kesehatan.
“Kami hadir tidak hanya untuk mendukung kemandirian melalui keterampilan dan pangan, tetapi juga memastikan hak dasar kesehatan warga binaan tetap terpenuhi,” tegas Fenny.
Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Yuyun Nurliana, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Pemkab Sidoarjo. “Kami berterima kasih kepada Pemkab Sidoarjo atas kepedulian ini. Kegiatan bercocok tanam bukan hanya memberi manfaat pangan, tetapi juga menjadi terapi positif sekaligus bekal kemandirian bagi warga binaan kami,” ucapnya. [isa/beq]






