Probolinggo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bekerjasama dengan Dinas Pertanian (Diperta), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengadakan rapat koordinasi (rakor) untuk mengatasi dan mengendalikan penyakit zoonosis.
Kegiatan ini berlangsung di aula Diperta Kabupaten Probolinggo dan diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) yang menjalani pelatihan investigasi Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah dengan pendekatan one health, yang melibatkan Dinkes, Diperta, dan DLH Kabupaten Probolinggo.
“Rapat ini bertujuan untuk membahas penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya,” ungkap Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo, Mahbub Zunaidi, yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Nikolas Nuryulianto.
Baca Juga: Temuan Mayat Manusia, Begini Tanggapan Kapolres Probolinggo
Dalam acara ini, Niko berharap bahwa Diperta, Dinkes, dan DLH Kabupaten Probolinggo dapat memiliki pemahaman yang seragam mengenai penanganan dan pengendalian penyakit zoonosis di wilayah tersebut.
“Selain itu, diharapkan mampu memanfaatkan Koperasi, Koordinasi, Kolaborasi, dan Komunikasi (4K) untuk mengatasi zoonosis,” tambahnya.
Niko menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi pertukaran informasi terkait data penyakit zoonosis di Kabupaten Probolinggo dan meningkatkan upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat di wilayah tersebut mengenai penyakit zoonosis.
“Semua ini kami lakukan secara bersama-sama,” pungkasnya. (ada/ted)






