Malang (beritajatim.com) – Pegiat literasi tengah berkumpul di Taman Slamet, kecamatan Klojen, Kota Malang. Mereka tengah menggelar peringatan Mengenang 100 Tahun Chairil Anwar.
Salah satu pegiat literasi, Edy ‘Pendek’ Heryanto, menjelaskan acara ini untuk mengenang jejak sastrawan besar Indonesia itu. Diketahui, Chairil pernah berkiprah di Malang.
“Chairil dulu pernah di Malang, katanya hadir waktu sidang KNIP, kami memperingati hari ini biar kawan-kawan di Malang terus berkarya, mereka bisa ingat Malang sebagai kota yang pernah disinggahi Chairil mungkin akan melahirkan penulis-penulis dan penyair baru,” ungkap Edy saat dijumpai di sela acara, pada Sabtu (23/7/2022).
Acara bertajuk ‘Sumbang Suara Sang Bohemian: Dedikasi Liar untuk Chairil Anwar’ itu diisi dengan berbagai penampilan. Ada pembacaan puisi, performance art, live musik akustik, orasi, dan membuat kolase bersama.
“Untuk penampilan kawan-kawan bebas menampilkan apa saja. Baca puisi, gitaran akustik, orasi, dan buat kolase kolektif,” paparnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sastra”]
Cak Pendek, sapaan akrabnya, menjelaskan peringatan 100 Tahun Chairil Anwar itu bukan inisiasi individu. Momen ini terselenggara atas kerja kolektif.
“Kalau yang turut berpartisipasi banyak, ada komunitas sabtu membaca, komunitas safari literasi, komunitas malaria, komunitas pelangi sastra Malang, dan perkumpulan bernama toko buku dalam gang,” terang pria yang menjadi inisiator Sabtu Membaca itu.
Salah seorang yang menampilkan puisi, Ahmad, mengaku momen mengenang 100 Chairil Anwar sebagai upaya merawat geliat literasi di Kota Malang.
“Saya akan membaca puisi Sia-Sia, semoga teman-teman yang hadir di sini bisa hidup tidak sia-sia. Minimal dengan melakukan geliat-geliat literasi seperti sekarang ini,” ungkap Ahmad, saat akan membacakan puisi. [dan/beq]






