Ponorogo (beritajatim.com) – Akses vital penghubung Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo menuju wilayah perbatasan Trenggalek segera mendapat kepastian pembangunan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memastikan jembatan gantung permanen akan dibangun di atas Sungai Jabak untuk menggantikan jembatan darurat yang rusak akibat banjir.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi prioritas, setelah dilakukan peninjauan bersama Kementerian Pekerjaan Umum beberapa waktu lalu.
“Proposal sudah kami tanda tangani, memang setelah dihitung kebutuhan biayanya cukup besar,” kata Bunda Rita, ditulis Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, usulan anggaran yang diajukan mencapai Rp17 miliar. Nilai itu disesuaikan dengan desain konstruksi yang direncanakan, yakni menggunakan model jembatan gantung rigid berbahan struktur baja, dengan panjang bentang lebih dari 70 meter.
Desain tersebut bukan tanpa alasan. Jembatan dirancang tidak hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua, tetapi juga memungkinkan kendaraan roda empat melintas dalam kondisi tertentu, seperti ambulans saat keadaan darurat. “Semoga bisa segera disetujui dan dikerjakan sehingga akses masyarakat bisa kembali normal,” ungkapnya.
Sejak awal Januari lalu, puluhan warga Dusun Purworejo terpaksa bertaruh keselamatan menggunakan kereta gantung darurat sederhana untuk menyeberangi Sungai Jabak. Jalur itu menjadi satu-satunya akses tercepat menuju Dusun Pegat, Desa Depok, Kecamatan Panggul.
Secara geografis, wilayah tersebut memang lebih dekat dibanding harus menuju pusat Kecamatan Ngrayun. Jika memutar, warga harus menempuh jarak lebih dari 20 kilometer dengan kondisi medan berliku dan berbukit. Jembatan swadaya yang sebelumnya dibangun masyarakat rusak diterjang banjir besar. Sejak itu, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan warga terdampak signifikan.
Pemkab Ponorogo menilai pembangunan jembatan permanen bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi mobilitas dan keselamatan warga perbatasan. Dengan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PU, proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar warga tak lagi bergantung pada penyeberangan darurat yang berisiko tinggi, terutama saat debit sungai meningkat. Jika terealisasi, jembatan gantung rigid tersebut akan menjadi penghubung strategis antarwilayah, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan selatan Ponorogo yang berbatasan langsung dengan Trenggalek. (end/kun)






