Mojokerto (beritajatim.com) – Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) Mojokerto menyatakan secara tegas melarang warga masyarakat Mojokerto yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Merujuk aturan Pemerintah Pusat, warga positif Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang, harus dirawat di tempat isolasi terpusat (isoter) demi keselamatan bersama.
Instruksi ini disampaikan Bupati Ikfina Fahmawati, saat memimpin apel gelar pasukan dalam rangka pemindahan isoman ke isoter di wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto di halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Rabu (18/8/2021).
“Perpanjangan PPKM, menunjukkkan perbaikan khususnya di Mojokerto. Kita berdoa semoga kasus Covid-19 makin berkurang. Tujuan apel ini, untuk menyatukan langkah kerja pengendalian Covid-19 oleh 3 pilar yakni Pemda, TNI dan Polri,” ungkapnya.
Masih kata Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto, semua bersinergi akan bergerak cepat melakukan sosialisasi aturan isoter bagi warga terkonfirmasi covid, dengan status Orang Tangan Gejala (OTG). Menurutnya, sekarang sudah tidak ada lagi isoman.
“Untuk tempat isoter selain puskesmas dan Gedung Diklat Kecamatan Gedeg, Pemkab Mojokerto akan segera mengoperasikan “Pondok Sehat Terpusat Covid-19” di Desa Claket Kecamatan Pacet. Ada 202 bed siap pakai dengan berbagai fasilitas memadai dengan dukungan nakes profesional,” katanya.
Gedung yang berada di kaki Gunung Welirang tersebut, akan dijadikan tempat isoter Pemkab Mojokerto. Untuk teknis pemindahan, pihaknya menargetkan seminggu ke depan. Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menjamin pasien akan diperlakukan sangat baik, manusiawi dan tanpa memaksa.
“Selain 3 Pilar, nanti juga melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Senin pekan depan, Pondok Sehat Terpusat Covid-19 di Claket akan kami operasikan dengan 202 bed siap pakai. Lengkap dengan alkes memadai, fasilitas pendukung dan tentunya nakes profesional,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, di “Pondok Sehat Terpusat Covid-19″ akan merawat pasien dengan treatment lebih santai, tidak seperi orang sakit. Bahkan seolah-olah seperti sedang mondok di pondok pesantren (Ponpes). Sebelum apel, Forkopimda Mojokerto terlebih dulu melaksanakan rapat khusus membedah semua kemungkinan kendala teknis dalam langkah penanggulangan Covid-19.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19-mojokerto”]
Beberapa hal yang disorot untuk divealuasi secara mendalam adalah terkait sinkronisasi, ketepatan dan kecepatan data Covid-19. Mulai data vaksinasi, data kasus aktif bahkan data kematian.
Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Beni Asman secara tegas mengatakan, bahwa semua pihak harus meninggalkan ego sektoral. Dandim menggaris bawahi, bahwa persoalan data adalah hal yang sangat krusial karena menjadi muara penilaian kerja penanganan Covid-19.
“Vaksin harus didata dan direkap, karena kita termasuk kurang maksimal di Jawa Timur. Samakan jumlah vaksin agar sinkron dengan datanya. Termasuk kekurangannya berapa, untuk berapa orang dan lainnya. Harus ada data real dan satu sumber. Ke depan, tracing harus dimasifkan. PPKM kita cepat turun level. Tinggalkan ego sektoral, semua wajib kerja dan kerja sama-sama,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander memberi saran agar semua pihak bekerjasama, tanpa perlu menunggu karena tersendat peraturan baku. Kapolres menilai bahwa pandemi Covid-19 merupakan musibah, yang tidak bisa lagi menunggu untuk segera ditangani.
[berita-terkait number=”4″ tag=”isolasi-mandiri”]
“Saya tahu semuanya lelah. Tapi ini adalah tugas kita bersama. Isoman sudah tidak boleh, saya tegaskan itu. Semua harus isoter. Entah itu isoter kecamatan atau punya kabupaten yang di Claket. Saran saya, tidak semua harus ada dasar hukum. Negara sedang memanggil. Kita bisa ambil relawan, mungkin ditaruh lini ke tiga, empat bahkan lima,” tuturnya.
Terkait sinkronisasi data, Kapolres membenarkan bahwa hal tersebut adalah muara akhir yang harus terus dipenuhi dalam usaha pengendalian pandemi ini. Sinkronisasi data, tegas Kapolres, merupakan hal krusial dalam kerja. Kapolres meminta untuk bersinergi dan tak segan untuk saling berkomunikasi.
Selain dihadiri Dandim 0815 Letkol Inf Beni Asman dan Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, juga hadir Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan dan Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria. [tin/suf]






