Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelontorkan dana sebesar Rp7,5 miliar sebagai insentif bagi 6.000 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) se-Kabupaten Mojokerto. Penyerahan insentif dilakukan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra.
Dalam sambutannya, bupati yang akrab disapa Gus Bupati itu menegaskan bahwa jumlah penerima insentif tahun ini tidak mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya. Program tersebut juga mencakup para guru Madin yang selama ini turut berperan dalam pendidikan keagamaan di Kabupaten Mojokerto.
“Penerimanya sebanyak 6.000 orang. Total anggarannya kurang lebih Rp7 miliar lebih, dan tidak hanya guru TPQ, Madin juga begitu,” ungkap Gus Bupati di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, keberadaan guru TPQ dan Madin memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di Bumi Majapahit. Pendidikan agama yang diberikan para ustaz dan ustazah dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun akhlakul karimah anak-anak.
“Kami berharap menitipkan masa depan anak-anak kita agar berkarakter dan berakhlakul karimah kepada panjenengan semua,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kabupaten Mojokerto turut meluncurkan program Sang Aji Rasa atau ‘Santri Giat Ngaji dan Rajin Salat’. Program tersebut mendapat apresiasi penuh dari Gus Bupati karena dinilai mampu memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan.
“Semoga program ini berjalan dengan baik dan lancar, karena salat itu mencegah dari perbuatan fahsya dan mungkar,” katanya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mojokerto, Tatang Mahendrata menjelaskan bahwa selain insentif, para guru TPQ juga mendapatkan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan. Ia menyebutkan, bantuan tersebut diberikan kepada seluruh penerima insentif dalam bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“JKK per orang Rp10 ribu per bulan dan JKM Rp6.800 per orang per bulan yang difasilitasi melalui BPJS Ketenagakerjaan wilayah Mojokerto,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Mojokerto, Muttakim mengapresiasi perhatian Pemkab Mojokerto terhadap para guru TPQ. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para pendidik Al-Qur’an dalam membina generasi muda.
“Guru TPQ memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter dan akhlak anak-anak melalui pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Program insentif dan perlindungan ketenagakerjaan ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para guru TPQ dan Madin untuk terus meningkatkan pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan Al-Qur’an,” tegasnya. [tin/kun]






