Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan tengah mengkaji rencana pembangunan pasar hewan modern di wilayah Parang. Salah satu opsi lokasi yang dipertimbangkan adalah lahan bengkok milik Kepala Desa Trosono, Kecamatan Parang. Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan, Kiki Indriyani, menyampaikan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap awal dan belum final.
“Untuk masyarakat Parang sendiri, perluasan itu ada kemungkinan, ini masih kemungkinan, yaitu di tanah bengkok milik Kepala Desa Trosono. Jadi nanti biar perluasan wilayah sinergi, dan itu juga jalur alternatif ke Jawa Tengah. Jadi perekonomian di sana juga bisa lebih maju,” ujar Kiki.
Menurutnya, lahan seluas sekitar 23.000 meter persegi atau lebih dari 2 hektare itu dinilai sangat memenuhi syarat sebagai lokasi pasar hewan modern. Sebagai perbandingan, pasar hewan Parang yang lama hanya memiliki luas sekitar 3.000–4.000 meter persegi.
Namun demikian, pemanfaatan lahan tersebut masih harus melalui proses pengkajian dan kerja sama antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. “Yang paling penting adalah proses pengalihan dan MoU antara pemerintah desa dan kabupaten. Setelah itu baru bisa kita rencanakan pembangunannya,” jelasnya.
Saat ini, anggaran pembangunan belum dialokasikan dalam rencana tahun 2026. Namun, karena proyek ini masuk program prioritas, kemungkinan besar perencanaan akan dimasukkan dalam Perubahan APBD (P-APBD) akhir tahun ini agar pembangunan dapat dimulai pada 2026.
Kiki menambahkan bahwa lokasi alternatif lainnya juga sedang dikaji. Salah satunya di wilayah Kelurahan Parang yang dinilai sangat strategis karena berdekatan dengan sirkuit Parang. Lokasi ini juga berpotensi dijadikan pusat kegiatan seperti lapangan upacara, sentra UMKM, dan lapangan sepak bola.
“Ini diarahkan ke Trosono agar ke depan perluasan pembangunan di Parang mengarah ke sana, apalagi itu juga jalur alternatif menuju Jawa Tengah,” pungkas Kiki. [fiq/but]






