Magetan (beritajatim.com) – Pemkab Magetan bakal melanjutkan Pusat Graha Literasi atau Gedung Literasi di Jalan Raya Plaosan-Magetan masuk Kelurahan/Kecamatan Plaosan tahun ini. Pun, kali ini adalah pembangunan tahap ketiga.
Bupati Magetan Suprawoto mengatakan pembangunan tahap ketiga ini akan berfokus pada asrama dan fasilitas pelengkap bagi para penulis yang hendak mencari inspirasi di Graha Pusat Literasi. “Untuk menambah sarpras agar semakin nyaman dan lengkap,” kata Suprawoto, Selasa (11/4/2023).
Dia menjelaskan pihaknya menganggarkan Rp3,1 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) induk. Pun, ada pula bantuan dari anggota DPRD yang membangun salah satu ruang kerja sastrawan asal Magetan.
BACA JUGA:
Bakal Ada Asrama di Gedung Literasi Magetan, Sedot Anggaran Rp2,8 Miliar
Saat ini, proyek pembangunan Pusat Graha Literasi Tahap III sudah naik lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Magetan. Adapun, nilai pagu paket Rp3,1 M sementara harga perkiraan sendiri (HPS) paket senilai Rp 3,094 miliar. Sampai saat ini masih tahap pengumuman pascakualifikasi. Dijadwalkan 15 Mei 2023 tenggat terakhir penandatanganan kontrak bagi pemenang tender.
Pun, total anggaran pembangunan Gedung Literasi di tahap pertama mencapai Rp 7,9 miliar dan dimenangkan oleh PT Haidasari Lestari asal Kalimantan Selatan. Untuk tahap kedua yakni digarap oleh CV Semut Rhang Rhang asal Kecamatan Kawedanan Magetan dengan nilai kontrak Rp795 juta.
BACA JUGA:
Hasil Sidak Gedung Literasi, DPRD Magetan Beri Rapor Merah
Pembangunan gedung tahap pertama merupakan gedung induk untuk perpustakaan dan gedung pertemuan. Sementara, tahap kedua yakni berupa wisma untuk para pengunjung. Pembangunan tahap pertama sempat terjadi polemik dengan penyedia material lokal Magetan. Lantaran, PT Haidasari Lestari telat membayar material padahal gedung Literasi sudah jadi. [fiq/suf]






