Magetan (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Bupati Magetan, Nizhamul, memastikan kesiapan daerahnya dalam menghadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan digelar pada 22 Maret mendatang. Hal ini disampaikan saat rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk di Pendopo Kabupaten Magetan.
“Ini kita kedatangan Ibu Wamendagri di Pendapa Surya Graga Ini. Alhamdulillah dalam rangka koordinasi, rapat koordinasi terkait untuk kesiapan ya kami menggelar PSU pada tanggal 22 nantinya,” ujar Nizhamul, Rabu (19/3/2025)
Menurutnya, seluruh pihak terkait telah memberikan laporan kesiapan, termasuk KPU, Pemerintah Kabupaten, Bawaslu, Polres, dan TNI. Semua unsur telah siap untuk menyelenggarakan PSU dengan lancar.
Kesiapan Anggaran dan Keamanan
Nizhamul menegaskan bahwa anggaran untuk PSU telah disiapkan melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Rincian anggaran yang diajukan meliputi:
KPU: Rp 403 juta untuk 4 TPS
Bawaslu: Rp 365 juta
Kodim: sekitar Rp 300 juta
Polres: sekitar Rp 800 juta
Dengan anggaran tersebut, pelaksanaan PSU dipastikan aman dan tidak mengalami kendala finansial.
Wamendagri: PSU Harus Berjalan Sekali Saja
Wamendagri Ribka Haluk menekankan pentingnya PSU yang berlangsung dengan lancar dan hanya dilakukan satu kali.
“Nah, tadi setelah kami rapat sudah disampaikan semuanya sudah siap. Mudah-mudahan kita doakan pada hari Sabtu dapat berjalan dengan baik. Masyarakat bisa memberikan hak suara di TPS masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa PSU harus menjunjung asas pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia. Selain itu, pemerintah pusat ingin memastikan anggaran untuk PSU benar-benar tersedia dan digunakan sebagaimana mestinya.
DPRD Magetan Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat
Ketua DPRD Magetan, Suratno, menyambut baik kedatangan Wamendagri sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap Magetan.
“Alhamdulillah dengan kehadiran Ibu Wamen ke Magetan ini berarti kan atensi. Kabupaten Magetan menjadi atensi pemerintah pusat dan juga provinsi,” ujarnya.
Suratno menegaskan bahwa seluruh pihak di Magetan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat, telah berkoordinasi untuk memastikan PSU berjalan lancar dan tidak perlu diulang kembali.
Magetan Siap Mencatat Sejarah
Pelaksanaan PSU di Magetan menjadi sejarah baru, mengingat ini adalah pertama kalinya kabupaten tersebut menggelar PSU dalam Pilkada. Suratno berharap masyarakat Magetan dapat menjaga demokrasi dengan kedewasaan, menciptakan pemilu yang damai dan kondusif.
“Tiga-tiganya tokoh keluarga besar Magetan. Ayo ikut mensukseskan pelaksanaan PSU. Ini sejarah di Jawa Timur, satu-satunya kabupaten dan juga Kabupaten Magetan baru pertama kalinya menggelar PSU,” tegasnya.
Dengan kesiapan yang matang dari berbagai pihak, diharapkan PSU di Magetan dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang terpilih secara demokratis tanpa kendala. [fiq/but]








1 Komentar
Beaya pokok psu dibandingkan beaya pendukung sangat njomplang. Perlu audit komorehensip oleh BPK.