Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, jawa Timur memberikan target agar pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di penghujung tahun 2025 mampu mencapai Rp6 miliar.
Jajaran aparatur sipil negara (ASN) hingga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) didorong agar ikut memberi kontribusi agar target tersebut bisa mudah tercapai.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, kontribusi pembayaran zakat dari ASN hingga PPPK akan didorong agar lebih terstruktur untuk bisa mencapai target pengumpulan ZIS.
Informasinya, sejak Januari hingga akhir Mei 2025, total ZIS yang sudah terkumpul baru mencapai Rp2,6 miliar. Jumlah itu didapat dari kontribusi 7.156 orang yang wajib mengeluarkan zakat atau muzzaki.
“Ini sampai bulan Mei kemarin, capaian ZIS baru Rp2,6 miliar dari 7.156 muzakki. Nah, ini kita butuh kerja keras dan sinergi agar target Rp5 hingga 6 miliar bisa tercapai akhir tahun. Untuk itu ASN dan PPPK punya peran besar di sini,” terang Indah Amperawati, Kamis (10/7/2025).
Pembayaran zakat dijelaskan tidak hanya sebatas kewajiban keagamaan, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dan mendorong pemerataan ekonomi.
Sehingga, dengan potensi besar pembayaran ZIS dari lebih 600 PPPK baru serta ASN aktif di berbagai instansi yang ada di lingkungan Pemkab Lumajang, diharapkan dapat memberi kontribusi besar.
Selain itu, proses pengelolaan zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel ikut ditekankan agar dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas di masyarakat.
“Jadi, zakat ini adalah wujud kehadiran negara dalam bentuk lain. Tentu jika dikelola dengan baik, dana zakat ini mampu menopang pendidikan, layanan kesehatan, dan penguatan ekonomi keluarga dhuafa,” ungkapnya. (has/ian)






