Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, menyiapkan lahan seluas 1,5 hektare untuk dijadikan tempat relokasi bagi warga terdampak banjir lahar Gunung Semeru.
Tempat relokasi ini rencananya akan diperuntukkan bagi 135 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Sebelumnya, lahan yang akan menjadi tempat hunian aman bagi warga ini diketahui terletak tepat di belakang kantor Desa Jugosari.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, relokasi menjadi solusi akhir yang harus dilakukan kepada 135 KK yang tinggal di Dusun Sumberlangsep.
Sebab, sudah tidak ada jalan alternatif yang aman untuk bisa dilewati warga agar bisa terhubung dengan aktivitas di luar dusun.
Apalagi, setiap hari anak-anak di dusun tersebut harus pergi ke sekolah yang lokasinya berada di seberang aliran lahar Semeru di Sungai Regoyo.
Saat ini Pemkab Lumajang sedang mengajukan pembangunan hunian tetap ke pemerintah pusat yang akan diperuntukkan bagi warga terdampak banjir lahar Semeru.
“Jadi, lahannya sudah kami siapkan tinggal menunggu pembangunan dari pemerintah pusat,” terang Indah, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, meski sudah direlokasi, nantinya warga Dusun Sumberlangsep tetap diperbolehkan datang ke kampung halaman mereka untuk bekerja.
Indah mengaku, lahan relokasi yang sedang disiapkan pemerintah cukup dekat dengan tempat tinggal warga.
“Lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka yang lama, jadi kalau nanti mereka mau bekerja di sana tidak apa-apa, yang penting sore harus pulang lagi,” tambah Indah.
Pemkab Lumajang akan mengambil langkah tegas kepada warga yang menolak untuk direlokasi.
Bagi warga yang enggan pindah ke lokasi baru yang lebih aman diharuskan membuat surat pernyataan dan ditandatangani di atas materai.
“Tentu kalau ada yang menolak ya tidak akan dapat, yang sudah dapat harus ditempati,” ungkap Indah. (has/ian)






