Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Pelaksana Tugas Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan GPM akan digelar sebanyak 19 kali dan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri. Kegiatan ini dimulai pada 10 Februari hingga 13 Maret 2026.
“Jadi, mulai hari ini pembukaan sekaligus di TMMD ini di Puncu, kemudian besok Kepung, di Siman, terus sampai dengan nanti menjelang Hari Raya, 19 lokasi sebelum hari raya, nggih. Termasuk nanti tadi ketemu Bu Kajari, nanti kita juga support kegiatan di Kejaksaan menjelang Hari Raya,” ujarnya saat ditemui pada pembukaan GPM sekaligus pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di lapangan Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, pada Selasa (10/2/2026).
Tutik menjelaskan, hasil monitoring terbaru menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan di pasaran. Harga telur ayam ras tercatat naik dari Rp27.000 menjadi Rp29.000 per kilogram. Melalui GPM, telur masih dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp27.500 per kilogram atau setara harga kandang.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Di Pasar Induk Pare, harga cabai melonjak dari Rp67.000 menjadi Rp75.000 per kilogram. Sementara dalam GPM, cabai dijual Rp60.000 per kilogram karena diambil langsung dari petani dan dikemas dengan harga Rp10.000 per paket.
Untuk komoditas lain, Tutik menyebut gula pasir dan Minyak Kita relatif stabil. Harga gula pasir berada di kisaran Rp15.000 per kilogram, sedangkan Minyak Kita dijual Rp15.000 per liter. Ia memastikan harga minyak goreng tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan stok mencukupi hingga hari raya.
“Kalau terkait stok, kami sudah konfirmasi ke teman-teman distributor, insyaallah sampai dengan menjelang hari raya minyak kita aman,” katanya.
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih yang dijual dalam GPM dipatok sedikit lebih rendah dibandingkan harga pasar, yakni Rp30.000 per kilogram.
Pada pelaksanaan GPM di Kecamatan Puncu, DKPP Kabupaten Kediri memastikan ketersediaan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat. Dengan dukungan sejumlah pihak terkait, disiapkan beras Bulog sebanyak 2 ton. Beras SPHP dijual Rp57.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan beras premium dijual Rp74.500 per kemasan, keduanya masih di bawah HET.
Selain beras, DKPP juga menyediakan gula pasir sebanyak 300 kilogram, telur ayam ras 200 kilogram, serta cabai dan bawang merah masing-masing 50 kilogram.
“Jadi, teman-teman memang kami minta untuk terus melaksanakan kegiatan GPM ini dengan harga yang paling standar baik dari petani langsung, peternak langsung, maupun dari pasar grosir,” tandasnya. [ADV PKP/nm]






