Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengadakan Workshop Identifikasi Kebutuhan Data dan Penyusunan Metadata. Langkah ini menjadi tindak lanjut Forum Satu Data yang sebelumnya digelar pada 30 Juli lalu, sebagai komitmen memperkuat implementasi Satu Data di tingkat daerah.
Acara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, di Ruang Rapat Tegowangi Gedung BKAD. Peserta terdiri dari perwakilan seluruh perangkat daerah yang bertugas mengelola data dan metadata di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Mohamad Solikin menegaskan pentingnya integrasi data antar sektor sebagai landasan pengambilan kebijakan berbasis fakta.
“Data bukan sekadar angka. Data adalah dasar kita merencanakan masa depan Kabupaten Kediri. Tanpa data yang akurat dan terpadu, kebijakan tidak akan tepat sasaran. Satu Data Indonesia bukan hanya program pusat, tetapi juga tanggung jawab bersama di tingkat daerah,” ujarnya.
Pada hari pertama, empat narasumber dari berbagai lembaga membagikan materi. M. Saifudin dari Komisi I DPRD Kabupaten Kediri membahas penguatan regulasi dan pengawasan implementasi Satu Data Daerah. Kepala BPS Kabupaten Kediri, Bambang Indarto, memaparkan pentingnya standarisasi dan kualitas data statistik.
Kepala Bappeda Kabupaten Kediri, Joko Suwono, menyampaikan peran data dalam perencanaan pembangunan. Sedangkan Kepala Diskominfo Kabupaten Kediri, Dr. Nur Miftahul Fuad, menekankan pentingnya akurasi identifikasi kebutuhan data dan metadata sebagai fondasi ekosistem Satu Data.
Kegiatan berlanjut secara daring melalui Zoom Meeting, dengan fokus pendampingan teknis penyusunan metadata berdasarkan Daftar Data Statistik Sektoral Daerah (DSSD) yang terhubung ke SIPD. Pendampingan dilakukan secara bergilir pada kelompok OPD untuk memastikan metadata memenuhi standar dan dapat saling terhubung.
Melalui agenda ini, Pemkab Kediri mendorong peningkatan kapasitas OPD dalam menghasilkan data yang akurat, terkini, terintegrasi, dan dapat dibagipakaikan sebagai acuan perencanaan pembangunan yang efektif. [nm/aje]






