Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah mengusulkan dua titik lokasi pembangunan sekolah rakyat terintegrasi kepada pemerintah pusat.
Lokasi pertama di lahan eks Gedung Balai Pengembangan Pendidikan di Jalan dr. Soebandi, Kecamatan Patrang seluas 3,4 hektare. Sekolah rakyat di sini telah beropwerasi sejak 15 Agusrus 2025 dengan diikuti 97 orang siswa, yang terdiri aras 50 Siswa jenjang SMP dan 47 Siswa Jenjang SD.
Lokasi kedua terletak di lahan pemerintah daerah di sebelah barat Jember Sport Garden seluas 7,6 hektare. “Di sini akan dibangun, sesuai site plan, Sekolah Rakyat dengan kapasitas seribu orang siswa,” kata Bupati Muhammad Fawait, dalam sidang paripurna ketiga pembahasan APBD 2026, di gedung DPRD Jember, Sabtu (15/11/2025).
Menurut Fawait, saat ini Pemkab Jember dalam tahap pemenuhan persyaratan administrasi dokumen perizinan, dokumen lingkungan, dan tahap persiapan pembersihan dan pematangan lahan. “Target dapat segera beroperasi pada tahun ajaran 2026 mendatang,” katanya.
Ardi Pujo Prabowo, juru bicara Fraksi Partai Gerindra DPRD Jember mendukung penuh rencana pembangunan sekolah terintegrasi dari SD hingga SMA tersebut. “Kami mencatat bahwa setiap daerah diminta mempersiapkan lahan seluas 40 hektare,” katanya.
Ardi berharap pemerintah daerah segera menyiapkan lahan terbaik. “Program ini merupakan investasi peradaban yang akan mengubah masa depan generasi muda Jember. Kehadiran sekolah terpadu tidak hanya memberi akses pendidikan berkualitas, tetapi juga menunjukkan bahwa Jember siap menjadi bagian dari lompatan besar pembangunan nasional,” katanya. [wir]






