Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan merenovasi alun-alun, sejak Februari – Maret hingga Juni – Juli 2024. Sebanyak 248 pedagang kaki lima yang biasa berjualan di taman kelapa alun-alun akan direlokasi sementara di Jalan Kartini.
“Beberapa bulan lalu, sebelum masuk ke taman kelapa alun-alun, mereka memang biasa berjualan di Jalan Kartini. Nanti kalau alun-alun selesai direhab Dinas Cipta Karya, kita carikan solusi untuk 248 PKL,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jember Bambang Saputro, Jumat (19/1/2024).
Direlokasi ke Jalan Kartini, PKL tidak bisa berjualan semaunya. “Ada pembatasan waktu, sore sampai jam 11-12 malam, atau mungkin kami carikan solusi alternatif tempat lain. Lokasi yang sudah tersedia adalah Jalan Samanhudi,” kata Bambang.
Jalan Samanhudi sebenarnya diperuntukkan menampung PKL Jalan Gajah Mada dan Jalan Sultan Agung. “Kami siapkan seratus lapak dengan ukuran masing-masing dua kali dua meter. Namun PKL Jalan Gajah Mada dan Sultan Agung belum maksimal pindah ke sana. Baru terisi 30-40 lapak. Baru akhir 2023 kemarin kami pindahkan 97 PKL yang selama ini berjualan di Jalan Gajah Mada depan KFC sampai depan masjid jamik,” kata Bambang.
Banyaknya lahan kosong membuat Pemkab Jember mempersiapkan Jalan Samanhudi untuk PKL dari alun-alun. Rencananya, pusat PKL di Jalan Samanhudi akan meniru model kya-kya Surabaya.
Belum diminatinya lokasi dagang di Jalan Samanhudi, menurut Bambang, karena relatif baru. “Sebagian PKL memilih tetap berjualan di Jalan Gajah Mada dan Sultan Agung. Tapi mereka tidak menempati trotoar dan bahu jalan, tapi lokasi privat milik masyarakat. Ada juga yang pindah tapi tidak ke Jalan Samanhudi,” katanya.
Soal konsep penataan PKL setelah renovasi alun-alun selesai, Bambang menyerahkannya kepada Dinas Cipta Karya. “Kewenangan kami menjaga aset Pemkab Jember. Alun-alun salah satu aset vital. Kalau nanti kebijakannya alun-alun tidak diperbolehkan untuk tempat berjualan lagi untuk PKL, ya kami berusaha semaksimal mungkin agar tak ada yang berjualan lagi. Kecuali ada kebijakan khusus yang seumpama ada event besar di alun-alun, mungkin UMKM boleh berjualan. Tapi itu masih kemungkinan kebijakan setelah alun-alun selesai direhab,” katanya. [wir]






