Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram serentak di 24 kecamatan, Selasa (8/8/2023). Sebelumnya, operasi pasar digelar di tujuh kecamatan pada 31 Juli – 4 Agustus 2023.
Operasi pasar ini merupakan hasil kerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember dan Pertamina Sales Branch Manager Rayon V Malang. Pertamina menyediakan enam ribu tabung dengan harga jual Rp 16 ribu per tabung.
“Operasi pasar ini untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat Jember mengenai ketersediaan LPG 3 kilogram. Sepekan sebelumnya operasi ditempatkan di pasar dan kecamatan berbarengan dengan operasi pasar pengendalian inflasi dan pasar murah,” kata Kepala Disperindag Jember Bambang Saputro.
Menurut Bambang, setiap kecamatan mendapat jatah rata-rata kurang lebih 200 tabung LPG 3 kilogram. “Warga yang membeli LPG tiga kilogram diharapkan menunjukkan KTP asli untuk dicatat nomor induk kependudukannya olehb petugas pangkalan,” katanya.
Jember tahun ini mendapat kuota LPG tiga kilo sebanyak 66.848 metrik ton. “Sampai saat ini ketersediaan KPG 3 kilo masih aman. Kenapa kok ada masyarakat yang susah mendapatkan LPG? Itu karena masyarakat membeli di tingkat pengecer. Padahal di Jember ada 33 agen LPG dan 1.806 pangkalan LPG Pertamina yang tersebar di desa dan kelurahan,” kata Bambang.
Data pangkalan LPG ini sudah disampaikan kepada semua camat. “Harapannya data tersebut disampaikan camat masing-masing kepada masyarakat melalui kepala desa, lurah, RT, dan RW, sehingga mudah mencari alamat pangkalan resmi itu,” kata Bambang.
Bambang menerima laporan masyarakat di sejumlah kecamatan, di antaranya Sumberbaru, Tanggul, Semboro, Umbulsari, Kencong, dan Gumukmas sangat antusias menyambut operasi pasar itu. “Mereka mulai antre sejak pukul delapan hingga 12 siang. LPG sudah habis,” katanya.
Tingginya permintaan di sejumlah kecamatan itu membuat Bambang berkoordinasi dengan Pertamina dan meminta pasokan tambahan. “Ke depan kami akan berkoordinasi kembali dengan Pertamina Jember untuk mempertimbangkan kembali operasi pasar lagi di sejumlah kecamatan yang membludak,” katanya. [wir]






