Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember dan Rektorat Universitas Jember masih mendiskusikan opsi penataan dan lahan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan kampus Kelurahan Tegalboto Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kelurahan Tegalboto adalah lokasi kampus Universitas Jember, perguruan tinggi negeri terbesar di wilayah timur Jawa Timur. Kampus ini dikelilingi Jalan Mastrip, Jalan Kalimantan, dan Jalan Jawa, dengan jumlah mahasiswa mencapai 36.728 orang berdasarkan data yang dilansir situs resmi Unej pada 15 Maret 2023.
Pedagang kaki lima di kawasan kampus akan ditata dalam dua model. Pertama, memakai semacam rombong atau kedai berjalan sehingga tidak menetap. “Mereka berjalan pakai baju yang bagus,” kata Bupati Hendy Siswanto, ditulis Minggu (4/6/2023).
Kedua, PKL berada di lokasi yang sudah ditentukan khusus dan tak lagi membangun lapak di tepi jalan atau bahkan badan jalan. “Kami sedang berdiskusi dengan teman-teman Universitas Jember agar mereka bisa menyiapkan lahan kosong (untuk PKL). Kami akan coba ajak diskusi lebih dalam lagi dan detail, bagaimana kalau dibuat satu traditional market yang semua PKL masuk ke situ,” kata Hendy.
“Saya punya program ke depan, Tegalboto adalah tempat wisata edukasi. Trotornya melebar, jalannya satu jalur semua. Orang tidak harus naik kendaraan bermotor, jalan kaki juga bisa dan ada tempat bernaung. Mereka (mahasiswa) bisa belajar di trotoar,” kata Hendy.
Nantinya Pemerintah Kabupaten Jember akan menyediakan fasilitas jaringan nirkabel (wifi) untuk publik. “Saya sudah siapkan di alun-alun wifi publik. Kalau sudah tertata, nanti kami akan bebaskan wifi di kawasan kampus. Itu akan jadi wisata edukasi luar biasa. Dalam bayangan saya, banyak anak mahasiswa duduk-duduk di trotoar sambil baca buku,” kata Hendy. [wir]






