Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggenjot pemasangan stiker rumah bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial. Hingga saat ini, proses tersebut telah mencakup 97 persen dari total 50.987 rumah tangga yang terdata.
Upaya ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkab Bojonegoro untuk meningkatkan akurasi dan validasi data kemiskinan di wilayahnya. Stiker yang ditempelkan menjadi penanda visual berbasis data terpadu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardianto, menjelaskan bahwa dasar pemasangan stiker merujuk pada Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah (Damisda) Semester I tahun 2025.
“Pemasangan stiker ini bertujuan memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil. Target kami akan tuntas sepenuhnya pada minggu pertama Januari ini,” ujar Agus, Sabtu (10/1/2026).
Ia menekankan bahwa dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat mengharuskan adanya pembaruan data secara berkala. Hal ini penting agar penyaluran bansos tepat sasaran.
“Data kemiskinan bersifat dinamis. Ke depan, akan ada penyempurnaan melalui mekanisme Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” jelasnya.
Selain untuk validasi, program ini juga dimaksudkan untuk mendorong transparansi dan partisipasi publik. Masyarakat diajak berperan aktif dalam pengawasan.
“Kami membuka ruang aduan. Jika ada ketidaksesuaian data, warga dapat melapor melalui perangkat desa. Tim kami akan menindaklanjuti dan melakukan verifikasi ulang,” pungkas Agus.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir penyimpangan dalam pendataan, sehingga bantuan sosial benar-benar sampai kepada pihak yang paling membutuhkan di Bojonegoro. [lus/but]






