Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi secara resmi bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk memanfaatkan layanan Satu Peta dalam rangka memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan yang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Kepala BIG Prof. Muhammad Aris Marfai.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan layanan publik di Banyuwangi dengan Satu Peta milik BIG, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas. “Kami sedang mengembangkan Satu Peta versi 2 yang nantinya bisa diakses oleh publik. Hal ini akan menjadi acuan bersama untuk berbagai hal yang berkaitan dengan geospasial,” ungkap Aris Marfai.
Prof. Aris Marfai menambahkan bahwa Satu Peta, yang mengintegrasikan berbagai Informasi Geospasial Tematik (IGT), dapat mempercepat proses pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan perizinan dan layanan berbasis geospasial. “Di dalamnya nanti akan ada IGT tentang batas wilayah, rencana tata ruang wilayah, kawasan hutan, dan lainnya. Saat ini, sudah ada 151 IGT,” jelasnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa kerjasama ini adalah langkah penting untuk meningkatkan pembangunan daerah. “Kejelasan batas wilayah dalam berbagai tematiknya akan mempercepat pelayanan kepada publik. Beberapa peta kawasan di Banyuwangi, seperti batas kabupaten di sisi barat, masih belum sempurna. Ini akan menjadi terobosan penting untuk memperkuat pelayanan pemerintahan di Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Selain itu, Ipuk menyoroti berbagai manfaat dari penggunaan Satu Peta, terutama dalam memberikan kepastian investasi di Banyuwangi. “Satu Peta ini akan menjadi acuan bersama antara instansi pemerintah dan masyarakat. Keselarasan peta akan memberi kepastian investasi di daerah,” tambahnya.
Plt. Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Abdul Hakim, yang turut hadir dalam penandatanganan kerjasama tersebut, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pemkab Banyuwangi dan BIG. Menurutnya, kerjasama ini dapat semakin meningkatkan SPBE yang dicanangkan pemerintah.
“Kematangan SPBE ini berkorelasi positif dengan pencapaian transformasi pemerintahan digital Indonesia secara global. Salah satunya terlihat pada peningkatan GovTech Maturity Index dari B pada 2020 menjadi A pada 2022,” pungkas Abdul Hakim.
Kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi dan BIG dalam memanfaatkan Satu Peta diharapkan dapat mempercepat transformasi digital dan memberikan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kepastian investasi. [rin/beq]






