Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto optimis tingkat partisipasi masyarakat di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang sebesar 90 persen. Target sebesar 90 persen tersebut meningkat 4 persen dari tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 lalu yakni sebesar 86 persen.
Hal tersebut disampaikan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM), KPU Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin usai gathering bersama media di salah satu cafe di wilayah Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Dengan mengangkat tema ‘Peran KPU dan Media dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Pemilu 2024 yang Berkualitas dan Berintegritas’, KPU Kabupaten Mojokerto menghadirkan narasumber Wakil Ketua Bidang Organisasi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Mahmud Suhermono.
[berita-terkait number=”2″ tag=”kpu-mojokerto”]
Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM), KPU Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengatakan, selain menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan media di Mojokerto, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengandeng rekan-rekan jelang Pemilu 2024.
“Karena mengingat tahun 2024, peran media sangat penting dan sangat menentukan sekali terkait partisipasi masyarakat. Terbukti tahun 2020 kita (KPU Kabupaten Mojokerto) melampui dari target nasional. Target nasional 75 persen, kita 78,67 persen,” ungkapnya, Jumat (14/10/2022).
Masih kata Zainul, kiat KPU Kabupaten Mojokerto untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi lima tahun tersebut dengan cara sosialisasi. Sosialisasi akan dilakukan secara aktif di semua lapisan masyarakat, mulai dari pemilih pemula, kaum perempuan, kaum marjinal dan disabilitas.
“Target nasional tingkat partisipasi masyarakat sampai hari ini belum ditentukan, kalau KPU Kabupaten Mojokerto tetap optimis tahun 2024. Kalau 2019 sebesar 86 persen maka kita akan target 90 persen dari DPT yang ada,” katanya.
“Tanggal 15 itu dilakukan oleh KPU RI untuk verifikasi faktual tingkat DPP setiap parpol. Yang kena verifikasi faktual itu kan ada 9 partai dan 9 partai ini sudah lolos karena parliamentary threshold sudah memenuhi ambang batas. Kita lihat nanti (Kabupaten Mojokerto) karena kemarin masih rekap di tingkat provinsi,” jelasnya.
Sembilan partai yang lolos parlemen di antaranya Partai Demokrasi Indonesia -Perjuangan (PDI-Perjuangan), Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). [tin/suf]







