Palembang (beritajatim.com) – Muhammad Zinedine Alam Ganjar, putra calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengaku merupakan survivor mental health. Dia mengungkapkan sempat memiliki diagnosa terkait kecemasan dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), gangguan mental yang terjadi pada seseorang karena mengalami kejadian traumatis.
“Ternyata kesehatan mental jadi salah satu isu yang cukup signifikan peningkatannya karena baik di sosial media maupun menemukan pengalaman langsung melihat kondisi teman-teman sehingga aku anggap ini isu yang penting untuk dibicarakan dan masih kurang kesadaran banyak orang,” ujar Alam.
Hal ini disampaikan Alam dalam acara SatSet Ngobrol Mental Health, Pertolongan Pertama Psikologis: Langkah Untuk Membantu Meredam Luka Batin Sesorang yang digelar Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Sumatera Selatan.
Menurut Alam, isu mental health ini masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya normalisasi prespektif terhadap isu mental health tersebut agar masyarakat berani berkonsultasi apabila memiliki gejala tersebut.
“Agar mental health ini semakin merata, lintas generasi karena konflik yang dianggap tabu ini terjadi karena kurangnya pemahaman dari masyarakat, sehingga ini perlu di normalisasi apabila sudah mengalami beberapa gangguan segera di konsultasikan,” ujar Alam.
Sebab, Alam khawatir nantinya ada self diagnose dan harapannya fasilitas kesehatan mental lebih mudah di akses, seperti layanan puskesmas, pendidikan atau bahkan di sediakan di kawasan perkantoran untuk lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses tersebut.
Selain itu Alam pun berharap ke depan akan ada program hotline kesehatan mental 24/7 dan pos konseling di kampus Puskesmas RS Umum dan layanan konsul keliling secara door to door.
“Sebaiknya harus ada sih claim dalam produk asuransi dari BPJS misal maupun swasta karena isu kesehatan mental saat ini sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” ungkap Alam.
Dengan demikian, Alam mengajak segenap pihak untuk senantiasa peduli antar sesama supaya hal tersebut bisa direda dari lingkungan sekitar yang saling mendukung satu sama lain.
“Ayo kita saling jaga satu sama lain orang terkasih karena bisa jadi kita satu-satunya orang yang sangat membantu mereka agar isu kesehatan mental kesadarannya naik tidak akan ada lagi orang yang merasa sendiri,” kata Alam. [hen/beq]






