Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang meraih penghargaan PPD (Perencanaan Pembangunan Daerah) Terbaik kedua se-Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi atas perencanaan pembangunan terbaik itu.
Penghargaan diberikan masing-masing kepada 3 kota dan 3 kabupaten terbaik se Jawa Timur. Untuk kategori kota terbaik jatuh pada Kota Pasuruan, disusul Kota Malang kemudian Kota Kediri. Sedangkan untuk kategori Kabupaten, Kabupaten Lamongan menjadi yang terbaik kemudian disusul Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Trenggalek di peringkat terbaik ketiga.
Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada kota dan kabupaten dengan perencanaan pembangunan daerah terbaik di Hotel Shangri-La Surabaya pada Kamis (13/4/2023).
BACA JUGA:
Pemkot Malang Larang PKL Jualan Takjil di Kayutangan Heritage
Wali Kota MalangSutiaji mempresentasikan konsep, dan penyusunan RKPD, sampai pada inovasi kawasan Kayutangan secara detail hingga memenuhi kualifikasi penilaian. Termasuk perubahan kawasan Kayutangan menjadi kawasan heritage.
Pencapaian ini dianggap sejalan dengan gambaran Kayutangan sekarang. Sejak dipermak menjadi kawasan heritage, kawasan ini menjadi destinasi wisata favorit yang banyak menarik perhatian wisatawan. Sekaligus menjadi ikon branding Kota Malang sebagai kota wisata heritage.
“Ini menjadi bukti bahwa kawasan kayutangan sebagai kawasan wisata heritage berada pada arah pembangunan yang benar sehingga dapat diterima dan diakui hasilnya,” ujar Sutiaji.
Sutiaji menuturkan, konsep yang dikembangkan di Kayutangan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari PPD. Khususnya tentang dampak yang dihasilkan dari pembangunan sehingga memberikan stimulus yang luar biasa bagi wilayah tersebut.
BACA JUGA:
Forkopimda Malang Raya Janji Ciptakan Mudik Aman dan Nyaman
“Sekali lagi prestasi PPD yang kita raih ini benar-benar sesuai dengan fakta yang ada. Pembangunan di Kayutangan kan memang diharapkan dapat mendongkrak pariwisata di Kota Malang, dan arah pembangunan ini sudah tepat, buktinya bisa dilihat sendiri gimana kayutangan sekarang,” ujar Sutiaji.
“Konsep ini tentu sejalan dengan goal yang dimaksud di PPD, artinya bagaimana dampak yang diberikan, dan Insyaallah banyak dampak positifnya, secara sosial, ekonomi semuanya terukur dan semuanya positif dan baik bagi wilayah tersebut,” imbuh Sutiaji.
Sutiaji juga memaparkan rencana penataan kawasan Kayutangan dan sekitarnya. Mereka bakal mengadopsi konsep inklusif dan berkelanjutan, agar semakin menguatkan Kayutangan menjadi ikon heritage di Kota Malang.
“Penataan suatu wilayah tidak bisa parsial, tidak bisa setengah-setengah, harus inklusif dan berkelanjutan. Hasilnya sudah baik, tapi perlu di tingkatkan lagi. Kedepan kita maksimalkan lagi, ada beberapa rencana pembangunan yang disiapkan untuk mendukung dan menguatkan potensi Kota Malang sebagai kota heritage,” ujar Sutiaji.
BACA JUGA:
Wali Kota Malang Jamin Stok Bahan Pokok untuk Lebaran Tercukupi
Sebagai informasi, perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu proses penyusunan tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan. Tujuanya mengoptimalisasi pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam suatu lingkungan wilayah atau daerah.
Untuk Kota Malang, di tahun 2023 ini mengusung tema aktivasi Malang Heritage melalui Kayutangan Heritage yang dipresentasikan sendiri oleh Sutiaji di Bappeda Propinsi Jawa Timur beberapa waktu yang lalu. Presentasi ini merupakan tahapan penilaian yang harus dilakukan daerah didalam PPD ini.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu mengatakan keberhasilan Kota Malang kembali meraih prestasi di PPD tahun ini berkat kerjasama berbagai pihak. Dwi Rahayu mengungkapkan pemilihan tema mengusung aktivasi Malang Heritage didasarkan pada perkembangan kawasan Kayutangan yang terukur keberhasilannya.
“Ke depan beberapa rencana yang disiapkan yaitu pengembangan lanjutan meliputi koridor Stasiun, Balaikota, Kahuripan, Pecinan dan Kauman. Selain itu juga melakukan Kayutangan Metaverse yang bekerjasama dengan akademisi, creative destination, cross selling serta perlindungan kawasan cagar budaya,” tandas Dwi. [luc/suf]






