Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemerintah diminta memperhatikan Sarpras (sarana dan prasarana) serta kesejahteraan petugas damkar (pemadam kebakaran). Karena peran dan tanggungjawab mereka dalam penanggulangan bencana kebakaran terbilang berat.
Pernyataan itu disampaikan oleh politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) dalam kunjungannya di Kantor Pemadam Kebakaran Tropodo, Waru, Senin (19/6/2023). Bambang mengatakan, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap petugas dan kelengkapan alat keselamatan untuk damkar.
Mengingat, damkar memiliki peranan luas dan penting untuk keselamatan publik. “Damkar ini adalah sarana penyelamatan dan keselamatan publik atau warga Sidoarjo yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena tak hanya kebakaran saja yang jadi prioritas, misalnya evakuasi binatang buas ini mereka yang menangani,” ucapnya.
BACA JUGA:
17 Regu Berjibaku Padamkan ‘Kebakaran’ di PT Tjiwi Kimia
Alat pelindung diri (APD) untuk keselamatan petugas seperti sepatu petugas hingga alat komunikasi Handy Talkie (HT) alat dasar diminta Bambang harus diperhatikan. “Tugas mereka ini berat dan perlu konsentrasi, selain gaji yang layak mereka juga harusnya diberikan asuransi jiwa, karena penyelamatan itu penting,” tegasnya meminta.
Pihaknya juga mendorong anggota Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo untuk menyuarakan perlunya perhatian pemerintah untuk petugas pemadam kebakaran. “Kami meminta melalui fraksi untuk mendorong dan membantu realisasi pemenuhan kebutuhan itu,” tegasnya.
Dirinya mendorong agar sarana dan prasarana Unit Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terus ditingkatkan. Begitu pula kesejahteraan para pegawainya, perlu menjadi perhatian pemerintah daerah karena mereka berbeda dengan pegawai instansi lainnya.
BACA JUGA:
Kios di Waru Sidoarjo Terbakar Sebabkan Ibu dan Cucu Meninggal
Salah satu Petugas Damkar Tropodo, Ali Basuki mengakui bahwa perhatian dari pemerintah sendiri masih kurang. Misalnya, ia menunjukkan sepatu boot yang ia kenakan jebol. “Ya begini ini kondisinya. Tapi karena adanya cuma ini, ya dipakai saja,” keluhnya polos.
Bukan hanya itu, perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas terbilang sangat minim. Dari tujuh orang petugas lapangan, helm yang tersedia hanya 5 unit, jaket pelindung tubuh mereka dari kobaran api bahkan hanya ada 3 set.
Selain memberikan perhatian terhadap pemadam kebakaran dengan memberikan beberapa unit handy talkie (HT) untuk petugas, BHS juga menyerahkan tiga alat pemadam api ringan (apar) milik pasar Wadungasri yang sudah kembali diisi pihaknya untuk antisipasi jika terjadi kebakaran. [isa/suf]






