Bojonegoro (beritajatim.com) – Pembukaan kembali Jembatan Glendeng membawa dampak positif bagi masyarakat. Mobilitas masyarakat kembali dimudahkan, terutama warga Tuban yang bekerja di Bojonegoro.
Salah seorang warga Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Mail mengaku terbantu dengan dibukanya kembali Jembatan Glendeng yang menghubungkan Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Bojonegoro. Menurut pria berusia 27 tahun yang bekerja di Kabupaten Bojonegoro itu, dia bisa berhemat BBM lantaran jarak tempuh dari rumah ke tempatnya bekerja jadi lebih pendek.
“Karena saat Jembatan Glendeng itu ditutup harus lewat jalur memutar dan rutenya lebih jauh,” ujar Mail, Selasa (12/7/2022).
Selain menambah pengeluaran BBM, dia tidak nyaman lewat jalur memutar di Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Sebab masuk jalan kampung yang sempit dengan beberapa bagian yang rusak dan banyak tanjakan.
“Ditambah kalau hujan berlumpur karena di sekitar Menilo ada penambangan tanah urug. Kalau panas berdebu dan sering papasan (simpangan) dengan truk pengangkut tanah urug,” terangnya.
Sekadar diketahui, pada Senin (11/7/2022) kemarin Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Pemukiman (PUPR PRKP) Kabupaten Tuban membuka akses jembatan untuk kendaraan roda dua.
Jembatan itu dibuka setelah bangunan jembatan yang mengalami penurunan tanah mulai dikerjakan. Pemkab Tuban menganggarkan untuk meninggikan tiang pondasi yang ambles setinggi 40 centimeter. Pengerjaan jembatan sudah dua kali dianggarkan oleh Pemkab Tuban pada P-APBD 2021 dan APBD 2022 sebesar lebih dari Rp6 miliar. [lus/beq]






