Blitar (beritajatim.com) – Pembangunan tahap kedua Taman Plaza Museum PETA (Pembela Tanah Air) Kota Blitar batal terealisasi tahun ini. Pembatalan ini terjadi karena terganjal kebijakan efisiensi yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat.
Kepastian itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Edy Wasono saat talk show di salah satu radio. Edy menegaskan bahwa pada tahun ini tidak ada pembangunan tahap kedua Taman Plaza Museum PETA.
“Mohon maaf karena ada refocusing jadi renovasi di museum PETA sementara belum ada,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Edy Wasono, Kamis (10/4/2025).
Sejak tahun 2023 lalu, Pemerintah Kota Blitar sendiri sebenarnya sangat getol untuk membangun Museum PETA sebagai satu destinasi wisata sejarah baru. Keseriusan Pemerintah Kota Blitar itu dibuktikan dengan merelokasi 3 sekolah yang ada di kawasan Museum Peta.
Penambahan sejumlah alutsista di teras museum pun telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Blitar. Bahkan pada tahun 2024 kemarin, Pemerintah Kota Blitar juga telah mengucurkan dana sebesar Rp.750 juta rupiah.
Anggaran itu digunakan untuk mempercantik Museum PETA. Harapannya tentu Museum PETA bisa menjadi satu destinasi wisata sejarah baru selain Makam Bung Karno.
Namun keberlanjutan pembangunan Museum PETA kini harus tersendat karena imbas efisiensi. Meski demikian Dispbudpar Kota Blitar tetap berkomitmen mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Museum PETA lewat pengembangan yang sudah direncanakan.
“Selain pembangunan tahap kedua Taman Plaza, renovasi Pasar Souvenir di sisi utara area Makam Bung Karno juga batal dilaksanakan tahun ini,” tegasnya. (owi/but)






