Ponorogo (beritajatim.com) – Seorang pemancing yang sedang berada di tepi di sungai Sekayu Desa Gandukepuh Kecamatan Sukorejo Ponorogo, tiba-tiba terkapar dan meninggal dunia. Kematian korban yang bernama Muksin itu, diduga karena penyakit strokenya yang kambuh.
Sehingga membuat warga asal Desa Ngunut Kecamatan Babadan Ponorogo itu nyawanya tidak tertolong. Korban meninggal saat baru mancing sekitar 30 menit. “Kita berjarak beberapa meter, korban tiba-tiba terkapar ke depan,” kata Eko Wahyudi, teman korban saat memancing di Sungai Sekayu, Minggu (11/6/2023).
Eko menceritakan bahwa korban dan dirinya pergi bersama dari rumahnya untuk mancing di sungai Sekayu. Keduanya berangkat dengan naik sepeda motor milik Eko. Saat itu, menurut Eko, korban dalam keadaan baik-baik saja dan kelihatan sehat. “Sudah mendapatkan ikan 2 ekor. Namun tiba-tiba korban terkapar, ketika saya tolong terlihat hidungnya berdarah,” katanya.
BACA JUGA:
Sebelum Dibunuh, Pengamen Perempuan Ponorogo Pesta Miras
Eko dibantu warga sekitar sungai yang tahu kejadian itu langsung membawa korban ke pinggir sungai. Kemudian, Eko menghubungi keluarga korban. Saat ditinggal untuk memberitahu keluarga, Eko menyebut korban masih bernafas. “Namun, ketika saya kembali, korban sudah dalam keadaan meninggal,” katanya.
Kejadian itu pun membuat gempar warga sekitar. Satu per satu warga mendekat untuk melihat peristiwa meninggalnya pemancing tersebut. Petugas dari Polsek Sukorejo dibantu dengan BPBD Ponorogo melakukan evakuasi. Korban kemudian dimasukkan ke kantong jenazah. Lalu, sampai ke daratan, dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. [end/suf]






