Malang (beritajatim.com) – Pemain Arema FC yang sebelumnya dinyatakan bergejala Covid-19 dinyatakan sembuh. Bahkan mereka sudah iku latihan tim. Kehadiran para pemain ini membuat mereka percaya diri melawan Persipura Jayapura di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Jumat (28/1/2022) mendatang.
“Alhamdulillah semua pemain yang tergejala sudah menunjukkan progres kesehatan yang membaik. Bahkan mereka sudah terlibat dalam aktifitas tim yakni sesi latihan, namun tetap kita berikan warning untuk selalu menjaga prokes ketat,” kata Media Officer Arema FC Sudarmaji, Senin, (24/1/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”arema-fc”]
Sudarmaji menyebut peristiwa yang dialami pemain Arema FC ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak. Tidak hanya bagi seluruh komponen tim, tetapi juga kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan salah satunya dengan tidak berkerumun di lokasi latihan. “Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk turut menjaga tidak berkerumun di tempat dimana kita melakukan aktifitas latihan,” imbuh Sudarmaji.
Arema FC mengucapkan terimakasih kepada Satgas Covid-19 Bali yang cukup sigap dalam memberikan respon berkaitan dengan adanya pemain Arema FC yang bergejala. Mereka terus memonitor dan melakukan pemeriksaan secara reguler kepada pemain.
“Kami sampaikan terimakasih kepada Satgas Covid -19 Bali yang respect dan membantu semua pihak yang menjalani aktifitas kompetisi di Liga 1 di Bali dengan memberikan monitoring serta terus melakukan pemeriksaan secara reguler, sedangkan di internal Arema FC tetap patuh terhadap regulasi, siapapun yang menunjukkan gejala langkah inisiatifnya adalah melakukan isolasi mandiri,” jelasnya.
Hingga saat ini Sudarmaji tidak menyebutkan secara pasti sosok pemain Arema yang terpapar Covid-19. Mereka berharap kedepan Arema FC ingin mendapat akses vaksin booster.
“Arema FC sangat berterima kasih jika PT LIB dan PSSI menginisiasi agar seluruh peserta kompetisi Liga 1 diberikan vaksin booster seperti dicanangkan oleh pemrintah Jokowi, mungkin melalui Dinkes Bali agar diberikan akses untuk mendapatkan vaksin ketiga,” tandas Sudarmaji. (luc/kun)






