Jombang (beritajatim.com) – Anggota DPRD Kabupaten Jombang, Achmad Fachruddin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Farud, menegaskan pentingnya literasi digital dalam menunjang keberhasilan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era modern ini.
Menurut Farud, literasi digital kini menjadi aset yang lebih krusial dibandingkan dengan modal finansial dalam mengembangkan UMKM, yang selama ini seringkali terkendala oleh keterbatasan modal.
Pernyataan ini disampaikan Farud dalam sebuah episode podcast resmi DPRD Jombang yang baru-baru ini tayang. Ia menjelaskan bahwa kemampuan memanfaatkan internet, platform digital, dan strategi pemasaran online merupakan kunci utama bagi pelaku UMKM untuk meraih kesuksesan.
“Modal finansial bukan satu-satunya jalan. Dengan literasi digital, peluang usaha bisa tumbuh bahkan dari titik nol,” ungkapnya.
Pernyataan ini semakin diperkuat oleh data pertumbuhan ekonomi daerah yang menunjukkan kemajuan signifikan. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang mencatat jumlah usaha mikro aktif yang meningkat tajam, dari 9.061 unit pada 2022 menjadi 13.128 unit pada 2023.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jombang pada 2023 tercatat mencapai 5,04 persen, dengan sektor perdagangan dan jasa menjadi penyumbang utama.
Farud juga menyoroti pentingnya momentum digitalisasi yang semakin kuat berkat program unggulan Pemerintah Kabupaten Jombang, “Wi-Fi Rakyat”. Program ini menyediakan akses internet gratis di 306 desa/kelurahan dan 6 ruang publik, termasuk wilayah yang sebelumnya terisolasi dalam zona blankspot.
Program ini, menurut Farud, harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, terutama generasi muda, untuk memperluas pasar dan mempelajari berbagai strategi pemasaran digital.
“Program ini harus dimanfaatkan penuh oleh pelaku UMKM, terutama generasi muda. Wi-Fi Rakyat membuka jalan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk belajar, promosi, dan memperluas pasar. Digital itu modal terbesar hari ini,” tegas Farud.
Dengan akses internet gratis yang disediakan melalui program tersebut, pelaku UMKM Jombang memiliki peluang besar untuk mempelajari berbagai teknik pemasaran digital, membuka toko online, memanfaatkan media sosial, serta mengikuti pelatihan daring yang relevan.
Farud yakin bahwa kombinasi antara literasi digital yang kuat dan akses internet publik ini akan mempercepat transformasi UMKM di Kabupaten Jombang.
“Dengan internet yang terjangkau, bahkan gratis, serta pelatihan yang tepat, produk UMKM Jombang bukan hanya bisa bertahan, tetapi juga mampu bersaing hingga tingkat nasional,” pungkasnya. [suf]






