Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris umum Pengurus Provinsi Persatuan tenis Indonesia (Pengprov Pelti) Jawa Timur, Didik Utomo, mengkritisi fasilitas Lapangan Tenis di Kota Surabaya. Kritik karena banyak Kejuaraan Tennis Internasional yang digelar namun fasilitasnya tidak menunjang sesuai standar.
“Lapangan di Surabaya ini hanya Kodam yang sesuai standar meskipun belum benar-benar layak karena memang perlu diperbaikii,” ungkap Didik, Senin (2/10/2023).
Menurut Didik, Pemerintah Propinsi Jawa Timur harus berperan dalam pembenahan fasilitas dan penambahan lapangan.
“Saya berharap fasilitas ini diperbaiki dengan adanya campur tangannya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Lapangan ini diperbaiki ditata dengan baik saya yakin dengan adanya pembenahan ini turnamen Internasional semakin banyak di Surabaya,”ungkapnya.
Dia menyontohkan Kejuaraan Tenis Lapangan ITF Widjojo Soejono International Junior Championship ke-40 2023. Pihak penyelenggara kehilangam 300 peserta karena kurangnya fasilitas lapangan tenis di Surabaya.
BACA JUGA:
Banyuwangi Open Yunior Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov Jatim 2023
“Jadi saat ini kita lebih hati-hati menyeleksi peserta karena minimnya fasilitas lapangan. Saat ini saja kami menggunakan tiga lapangan yakni Kodam V Brawijaya, Ngagel dan Marinir Kebraon. Jika kami banyak menerima takutnya daftar tunggu bertandingnya sampai malam, kasihan atletnya,” imbuhnya. [way/but]






