Surabaya (beritajatim.com) – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) terus melanjutkan proses transformasi di 32 terminal peti kemas yang dikelola oleh perusahaan. Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional terminal peti kemas di seluruh Indonesia.
Transformasi terminal peti kemas dilakukan oleh SPTP dalam dua aspek utama, yaitu standardisasi dan sistemasi operasional. Standardisasi meliputi peningkatan keterampilan SDM operasional, pola operasi berbasis planning and control, safety, hingga fasilitas dan peralatan terminal. Sedangkan sistemasi akan melengkapi terminal peti kemas dengan terminal operating system (TOS) yang sama untuk semua terminal yang ada di lingkungan SPTP.
Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menyebut hingga akhir tahun 2023,
SPTP telah melakukan standardisasi di 24 terminal dan sistemasi di 7 terminal. Di tahun 2024 ini, SPTP akan
melanjutkan standardisasi di 8 terminal dan sistemasi di 10 terminal. Sementara di tahun 2025 mendatang,
proses tranformasi akan dilanjutkan dengan sistemasi di 15 terminal.
“Standardisasi kami lakukan mulai dari peningkatan keterampilan SDM operasional, pola operasi berbasis
planning and control, safety, hingga fasilitas dan peralatan terminal, sementara untuk sistemasi kami akan
melengkapi terminal peti kemas dengan terminal operating system yang sama untuk semua terminal yang ada dilingkungan SPTP,” jelas Widyaswendra, Selasa (28/5/2024).
Widyaswendra menyebut 8 terminal peti kemas yang akan dilakukan standardisasi pada tahun 2024 ini meliputi TPK Banjarmasin, TPK Kendari, TPK Merauke, TPK Ternate, TPK Bagendang, TPK Bumiharjo, Terminal Berlian (BJTI) dan Kaltim Kariangau Terminal. Sementara sistemasi akan mulai dilakukan di TPK Sorong, TPK Nilam, TPK Kupang, TPK Bitung, TPK Jayapura, IPC TPK Jambi, IPC TPK Teluk Bayur, TPS Surabaya, IPC TPK TP 1 dan IPC TPK TP 2.
Ketua ALFI/ILFA Jawa Timur Sebastian Wibisono menyebut layanan terminal peti kemas semakin baik berkat
adanya tranformasi yang dilakukan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas. Sistemasi dan digitalisasi turut
mempermudah pengguna jasa dalam mengakses layanan yang disediakan oleh terminal peti kemas.
“Komunikasi dengan pengguna jasa juga terjalin dengan baik sehingga jika ada kendala dalam layanan
langsung mendapat respons dan mendapat perhatian dari terminal,” tandas Sebastian. [rea/beq]






