Surabaya (beritajatim.com) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa bergerak cepat memperkuat mitigasi banjir rob di kawasan Kalimas, Surabaya. Langkah ini diambil menyusul peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Jawa Timur.
Berdasarkan data BMKG, gelombang dengan ketinggian mencapai 1,25 hingga 4 meter diprediksi terjadi pada periode 7 hingga 10 Maret 2026. Menanggapi ancaman tersebut, Pelindo telah menyiagakan fasilitas Rumah Pompa Kalimas yang menjadi tumpuan utama sistem drainase pelabuhan.
Fasilitas rumah pompa ini dilengkapi dengan dua unit mesin berkapasitas masing-masing 0,5 \text{ m}^3/\text{detik}. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk mencegah genangan yang seringkali melumpuhkan akses vital di area pelabuhan.
“Rumah pompa ini kami bangun sebagai upaya mitigasi terhadap banjir rob yang sebelumnya cukup sering terjadi di kawasan Kalimas,” ujar Purwanto Wahyu Widodo, Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Sebelum adanya fasilitas ini, banjir rob kerap merendam Jalan Kalimas setelah Gate Kalimas hingga sebagian area dermaga, yang berpotensi menghambat mobilitas kendaraan logistik. Selain menyiagakan pompa, Pelindo juga telah melakukan aksi bersih-bersih:
* Pembersihan saluran air di kawasan Kalimas pada 11 Februari 2026.
* Kerja bakti lingkungan di Jalan Kalianget pada 28 Februari 2026 untuk meminimalisir penyumbatan.
Purwanto menegaskan bahwa seluruh langkah antisipasi ini bertujuan untuk memastikan aktivitas bongkar muat tetap berjalan optimal tanpa gangguan cuaca. Pihaknya juga terus berkoordinasi secara intensif dengan BMKG untuk memantau perkembangan situasi terkini.
Pelindo turut mengimbau para pengguna jasa dan pelaku pelayaran untuk selalu waspada dan memperhatikan informasi cuaca demi keselamatan bersama. Dengan kesiapan infrastruktur yang ada, Pelindo optimis layanan operasional di kawasan Kalimas akan tetap stabil meski di tengah cuaca buruk.[rea]






