Sumenep (beritajatim.com) – Pembangunan gedung baru DPRD Sumenep segera dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo pada Senin (21/08/2023).
Gedung baru tersebut terletak di Jl. Trunojoyo, Gedungan, Kecamatan Batuan Sumenep. Sesuai nilai kontrak, gedung yang dibangun dengan anggaran tahun jamak tersebut menelan dana Rp 100 milyar lebih. Mega proyek tersebut dikerjakan oleh PT PP Urban sebagai pemenang tender.
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo menjelaskan, sejak awal pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada DPRD untuk konsep dan tata ruang gedung mengingat yang akan menggunakan gedung tersebut adalah anggota dewan.
“Waktu itu saya cuma pesen satu. Gedung yang baru nanti konsepnya harus ‘go green’. Harus ramah lingkungan. Sebagian besar anggota dewan ini perokok. Jadi utamanya di ruang paripurnanya nanti jangan tertutup. Biar tidak repot menyediakan penghisap asap rokok dimana-mana,” katanya sambil tersenyum.
Ia mengatakan, rencana pembangunan gedung baru ini sudah lama dilakukan. Bahkan pembebasan lahan untuk gedung baru ini telah dilakukan pada 2016-2017.
“Sesuai yang tercantum di kontrak, pembangunan gedung baru ditargetkan selesai dalam 420 ini hari kalender. Namun, cepat lebih baik. Karena itu kan terget. Kalau realisasinya bisa lebih cepat tentunya lebih bagus,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Eri Susanto menjelaskan, Pemerintah Daerah membangun gedung baru itu karena berdasar hasil kajian final tim ITS Surabaya, kondisi gedung DPRD mengalami kerusakan struktur utama yang membahayakan, baik pada gedung itu sendiri maupun aktivitas di dalamnya.
“Selain itu, pembangunan gedung baru ini merupakan komitmen pemerintah daerah membangun gedung negara yang representatif, aman, dan bernilai estetika,” ucapnya.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir mengapresiasi Bupati yang telah merealisasikan pembangunan gedung baru anggota dewan. “Proyek pembangunan gedung baru ini menjadi proyek monumental Bupati. Meski kondisi keuangan APBD terbatas, tapi tetap bisa merealisasikan pembangunan ini,” tukasnya. (tem/kun)
BACA JUGA: Calon Anggota Bawaslu Sumenep, 1 Wajah Lama, 4 Wajah Baru






