Ponorogo (beritajatim.com) – Kreativitas para siswa SMKN 2 Ponorogo diuji dalam kegiatan yang tak biasa. Mereka mendapatkan pelatihan seni carving, yakni mengukir buah dan sayur menjadi bentuk-bentuk menarik seperti burung, bunga, hingga ornamen hiasan.
Dalam praktik yang berlangsung di salah satu ruang kelas itu, terlihat deretan buah dan sayuran mulai dari semangka, melon, pepaya, labu, timun, hingga wortel. Dengan penuh ketelitian, para siswa mencoba menyulap bahan pangan tersebut menjadi karya seni yang tak hanya indah dipandang, tapi juga bernilai guna.
“Sebelumnya belum pernah bikin seperti ini,” ungkap Annisa Ramadhani, salah satu siswi peserta pelatihan, ditulis Rabu (8/10/2025).
Meski tangan sempat kaku dan hasil belum sempurna, Annisa mengaku senang dengan pengalaman baru tersebut. Dia menyebut mengukir buah memang butuh kesabaran tinggi, karena setiap kesalahan bisa membuat bentuknya kurang simetris.
“Kalau kesulitannya kadang tidak simetris. Kalau ada salah bisa diperbaiki,” katanya.
Pelatihan carving buah dan sayur ini menghadirkan guru tamu, Suprapto, praktisi dari Indonesia Fruit Carving. Menurutnya, tidak banyak orang memiliki kemampuan ini, padahal keahlian carving bisa menjadi keterampilan tambahan yang membuka peluang usaha.
“Bisa untuk hantaran maupun tumpeng. Ini sebagai bekal anak-anak misal membuka usaha nantinya ketika sudah lulus,” jelas Suprapto.
Suprapto menegaskan, tidak semua buah dan sayuran cocok dijadikan bahan carving. Yang paling ideal adalah bahan dengan tekstur daging tebal agar mudah dibentuk. Seperti wortel, pepaya, semangka dan lainnya.
“Bisa wortel, pepaya, semangka maupun lainnya. Pokok yang punya daging tebal,” pungkasnya. [end/aje]






