Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri menggelar pelatihan olahan kue bagi 30 ibu-ibu di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong lahirnya wirausahawan baru guna meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat desa.
Pelatihan yang berlangsung di Ruang Kreasi Kantor Desa Gadungan tersebut membekali peserta keterampilan teknis membuat aneka kue, mulai dari nastar, kastengel, kue karakter, hingga cookies kacang, termasuk inovasi produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri Santoso melalui Analis Kebijakan Ahli Muda Erwin Milu mengatakan kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memberikan keterampilan ekonomi produktif bagi perempuan desa.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong ibu-ibu agar bisa menjadi wirausaha baru. Harapannya, keterampilan ini dapat membantu perekonomian keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi desa,” ujarnya.
Erwin menambahkan, perempuan memiliki peran besar dalam pengembangan UMKM di Kabupaten Kediri karena banyak pelaku usaha berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang dikenal ulet dan telaten.
“Sebagian besar pelaku UMKM di Kabupaten Kediri adalah ibu-ibu. Mereka memiliki semangat untuk mandiri secara ekonomi dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Salah satu peserta, Puji Astutik, warga Dusun Sumber Bahagia, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari pelatihan tersebut dan berharap dapat menjadi bekal memulai usaha rumahan.
“Banyak ilmu baru yang saya dapatkan, mulai dari inovasi bentuk kue hingga tips agar rasanya lebih khas dan menarik,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Diskopusmik Kabupaten Kediri menyiapkan pendampingan berkelanjutan bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha, mulai dari monitoring, pelatihan lanjutan, fasilitasi legalitas produk, hingga dukungan pemasaran melalui pameran UMKM.
“Kalau ada peserta yang ingin serius mengembangkan usaha, kami siap mendampingi mulai dari pengembangan produk, legalitas, sampai pemasaran,” tambah Erwin. [nm/kun]






