Surabaya (beritajatim.com) – Aji Santoso, pelatih Persebaya Surabaya, menyoroti pentingnya penggunaan VAR dalam kompetisi sepak bola di Indonesia meski berbiaya besar. Paska-kejadian pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Barito Putra, tim Persebaya seharusnya mendapatkan penalti namun pelanggaran tersebut tidak dianggap.
“VAR sangat bermanfaat. Di sepak bola Eropa, VAR digunakan secara luas, bahkan Thailand dan Vietnam juga telah menggunakannya sebagai persyaratan untuk mengurangi kesalahan,” ungkap Aji.
Meskipun penggunaan VAR memiliki beberapa poin yang perlu diperhatikan, terutama biaya yang tinggi, Aji mengungkapkan bahwa perkembangan sepak bola yang lebih baik membutuhkan investasi finansial yang tinggi.
“Meskipun federasi harus mengeluarkan biaya tinggi, itu adalah bagian dari pengembangan sepak bola. Investasi finansial yang tinggi adalah hal yang baik jika sudah dicanangkan,” tambah Aji.
Sepak bola Indonesia perlu segera mengadopsi penggunaan VAR. Lebih cepat, lebih baik, karena penggunaan VAR dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih banyak.
BACA JUGA:
Persebaya Ubah Jadwal Latihan Siang Hari, Ripal Wahyudi: Harus Adaptasi
“VAR harus segera diterapkan, bukan hanya dalam pertandingan Persebaya melawan Barito, tetapi juga pertandingan lainnya seperti Arem vs Persib, Persita vs PSIS. Semua pertandingan membutuhkan VAR untuk menentukan apakah pelanggaran terjadi di dalam atau di luar kotak penalti,” ujar Aji.
Sebelumnya, Azrul Ananda, Presiden Persebaya, telah mencatat bahwa kinerja wasit masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Setelah pertandingan antara Persebaya dan Barito Putra yang dipimpin oleh wasit Thoriq Alkatiri, Azrul berkomunikasi dengan Ketua PSSI Erick Thohir dan Ketua Komite Wasit, untuk melakukan evaluasi.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Erick yang sangat responsif. Saya meminta evaluasi terhadap kinerja wasit karena beberapa tim di Liga 1 juga mengeluhkan hal yang sama,” ungkap Azrul.
BACA JUGA:
Persebaya Evaluasi Finishing Hingga Ubah Jadwal Latihan
Azrul juga menyatakan bahwa kekurangan penggunaan VAR dalam sepak bola Indonesia masih menjadi potensi masalah, yang dapat menyebabkan kekecewaan dan keraguan terhadap kinerja wasit.
“Perubahan ini tidak hanya untuk Persebaya, tetapi untuk seluruh sepak bola Indonesia. Oleh karena itu, saya telah mengirim surat untuk melakukan evaluasi. Kami berharap PSSI dan liga dapat melakukan perbaikan yang penting, terutama menjelang awal musim yang masih dua minggu lagi,” tambahnya. [way/beq]






