Surabaya (beritajatim.com) – Tiga laga terakhir Persebaya mengalami penurunan performa di setiap pertandingan. Salah satunya faktor mental dan psikis dialami oleh tim besutan Aji Santoso saat mengetahui banyaknya para pemain yang dinyatakan positiv covid 19.
Bahkan, saat melawan Persela Lamongan, fisik para pemain terlihat tak bugar. Dan hal ini dibenarkan oleh Mustaqim, ass pelatih Persebaya, ia mengatakan jika banyak pemain yang selesai karantina selama lima hari langsung turun.
“Salah satunya memang pemain tidak bugar betul. Karena beberapa pemain yang menjalani karantina selama lima hari langsung turun. Saya pikir, ini bukan alasan, tetapi kebugaran pemain itu belum cukup fit untuk memainkan bola-bola cepat dari kaki ke kaki,”ungkap Taqim.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bri-liga-1”]
Hasilnya Persebaya gagal menundukkan Laskar Joko Tingkir dilaga lanjutan BRI Liga 1, hasil imbang yang diperoleh menjadi catatan pertandingan ke tiga gagal meraih kemenangan.
“Hasil imbang ini bagi kami tidak diharapkan. Karena target kami adalah dapat poin penuh dan bersaing di papan atas. Meski begitu, dengan hasil imbang (2-2) ini tetap kami syukuri. Bahwa kami malam ini dapat satu poin. Tetapi, secara keseluruhan pemain sudah tampil maksimal. Kami hanya kurang beruntung di menit-menit akhi,”tutupnya. (way/ted)






